75 Persen Sampah Nasional Masih Dibuang Terbuka, Daerah Resmi Masuk Darurat Sampah

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Masalah sampah di Indonesia kini memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia telah ditetapkan dalam status darurat sampah.

Kondisi ini mencerminkan krisis pengelolaan sampah yang tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan teknis semata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penetapan status darurat tersebut disampaikan Hanif saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, keputusan itu diambil berdasarkan kondisi riil di lapangan yang menunjukkan kapasitas pengelolaan sampah di daerah semakin tertinggal dari laju timbulan sampah harian.

Data yang dipaparkan Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan gambaran yang cukup memprihatinkan.

Dari total timbulan sampah nasional, hanya sekitar 24,9 persen atau sekitar 36 ribu ton per hari yang berhasil dikelola dengan fasilitas yang direkomendasikan pemerintah.

Baca juga:  Kelompok KKN UIN Walisongo Posko 34 Desa Lanji Gelar Sosialisasi Stunting dan Penyuluhan Bibit Kaya Nutrisi

Sementara itu, sekitar 75 persen atau kurang lebih 105 ribu ton sampah per hari masih dibuang ke lapangan terbuka.

Praktik open dumping atau penumpukan sampah tanpa pengolahan yang memadai masih menjadi metode dominan di banyak daerah.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pencemaran lingkungan, tetapi juga memicu berbagai risiko turunan, mulai dari gangguan kesehatan masyarakat, pencemaran air tanah, hingga meningkatnya potensi bencana lingkungan.

Hanif mengakui bahwa capaian pengelolaan sampah nasional saat ini masih jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Pemerintah menargetkan tingkat pengelolaan sampah mencapai lebih dari 63 persen pada 2026, setelah sebelumnya dipatok sebesar 52 persen pada 2025.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Posko 32 UIN Walisongo Kunjungi Rumah Produksi Batik Sukomulyo di Dusun Cemangklek

“Ini target yang sangat menantang untuk kita diskusikan bersama,” ujar Hanif dalam rapat tersebut. Ia menegaskan bahwa tanpa dukungan kuat dari DPR, khususnya Komisi XII, target tersebut sulit direalisasikan.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa persoalan sampah bukan hanya urusan kementerian teknis, melainkan membutuhkan komitmen lintas sektor, termasuk dukungan regulasi dan anggaran.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup mendorong adanya fleksibilitas dalam alokasi anggaran penanganan sampah, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut Hanif, target pengelolaan sampah yang tinggi tidak akan tercapai tanpa dukungan pendanaan yang memadai.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Tanamkan Etika Digital ke Siswa SDN 1 Pagerwojo

“Target ini sangat amat tinggi dan tentu perlu dukungan dari Bapak dan Ibu yang terhormat di Komisi XII untuk bisa kita capai bersama,” katanya.

Fleksibilitas anggaran dinilai penting agar daerah dapat berinovasi dalam membangun fasilitas pengelolaan sampah, memperkuat sistem daur ulang, serta meningkatkan edukasi masyarakat terkait pengurangan sampah dari sumbernya.

Status darurat sampah yang kini melekat pada banyak daerah diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh.

Pengelolaan sampah tidak lagi bisa mengandalkan pola lama, melainkan membutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis data.

Di tengah tantangan target RPJMN, pemerintah pusat dan daerah dihadapkan pada pilihan krusial: mempercepat reformasi pengelolaan sampah atau menanggung risiko lingkungan yang semakin besar di masa depan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Untuk Keselamatan dan Kelancaran Perjalanan, Sejumlah KA Dialihkan Melewati wilayah Daop 2 Bandung Imbas Gangguan Perjalanan KA di Stasiun Bumiayu
Wall Street Menguat Setelah 6 Bulan, Sinyal Pemulihan atau Sekadar Euforia?
BRI Finance Hadirkan Solusi Kepemilikan Mobil Lebih Mudah di “BRI Goes to Office” BRI Veteran
Halalbihalal Salimah Kendal 2026 Sukses Digelar, Perkuat Peran Ayah di Era Tantangan Zaman
Lonjakan Signifikan Pengguna LRT Jabodebek Selama Libur Panjang, Tumbuh Lebih dari 138% dibanding 2025
Ciara Jadi Inisiator Body Salve Kemangi Pertama di Indonesia, Hadirkan Inovasi Body Care Berbasis Bahan Lokal dan Riset Ilmiah
PTPP Perkuat Fundamental Keuangan melalui Langkah Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence
Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 23:03 WIB

Untuk Keselamatan dan Kelancaran Perjalanan, Sejumlah KA Dialihkan Melewati wilayah Daop 2 Bandung Imbas Gangguan Perjalanan KA di Stasiun Bumiayu

Senin, 6 April 2026 - 23:03 WIB

Wall Street Menguat Setelah 6 Bulan, Sinyal Pemulihan atau Sekadar Euforia?

Senin, 6 April 2026 - 21:03 WIB

BRI Finance Hadirkan Solusi Kepemilikan Mobil Lebih Mudah di “BRI Goes to Office” BRI Veteran

Senin, 6 April 2026 - 19:16 WIB

Halalbihalal Salimah Kendal 2026 Sukses Digelar, Perkuat Peran Ayah di Era Tantangan Zaman

Senin, 6 April 2026 - 19:02 WIB

Lonjakan Signifikan Pengguna LRT Jabodebek Selama Libur Panjang, Tumbuh Lebih dari 138% dibanding 2025

Berita Terbaru