Stok Beras Nasional Aman Jelang Imlek hingga Lebaran 2026, Bulog Siapkan Cadangan Hampir 7 Juta Ton

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Menjelang rangkaian hari besar keagamaan pada awal 2026, pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman.

Perum Bulog menyatakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini mencapai lebih dari 3,3 juta ton dan siap digunakan untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan.

Kesiapan ini menjadi penting mengingat pola konsumsi masyarakat biasanya meningkat saat perayaan Imlek, Ramadhan, hingga Idulfitri.

Pemerintah pun menempatkan beras sebagai komoditas strategis yang pengelolaannya harus dijaga secara hati-hati.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa total stok beras yang dikelola Bulog saat ini mencapai 3.351.900 ton.

Baca juga:  Pemerintah Gencarkan Hilirisasi Pertanian untuk Perkuat Rantai Ekonomi Dalam Negeri

Jumlah tersebut merupakan cadangan strategis nasional yang disiapkan untuk menghadapi berbagai kebutuhan mendesak, termasuk stabilisasi harga dan distribusi saat permintaan meningkat.

“Total stok beras Bulog adalah 3.351.900 ton,” ujar Rizal saat ditemui di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (9/1).

Menurutnya, stok ini tidak hanya difokuskan untuk kebutuhan rutin, tetapi juga sebagai bantalan pengaman ketika terjadi lonjakan konsumsi masyarakat pada momentum hari besar keagamaan.

Dalam waktu dekat, masyarakat Indonesia akan memasuki beberapa momen penting yang secara historis selalu diiringi peningkatan kebutuhan pangan.

Mulai dari perayaan Tahun Baru Imlek, bulan suci Ramadhan, hingga Hari Raya Idulfitri, konsumsi beras cenderung naik signifikan.

Baca juga:  Pembayaran Nontunai di Trans Jateng Makin Diminati, QRIS dan e-Money Jadi Pilihan Favorit

Rizal menegaskan bahwa Bulog telah memetakan periode tersebut sebagai fase krusial dalam pengelolaan stok.

Ketersediaan beras dipastikan cukup agar tidak terjadi gejolak harga di tingkat konsumen.

“Kesiapan stok ini memang disiapkan untuk menghadapi berbagai perayaan keagamaan yang ada di awal tahun,” jelasnya.

Tak hanya mengandalkan stok yang ada, Bulog juga bersiap menambah cadangan beras seiring masuknya musim panen nasional.

Pada 2026, pemerintah menargetkan Bulog mampu menyerap hingga 4 juta ton beras dari petani dalam negeri.

Serapan tersebut ditujukan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah sekaligus menjaga keseimbangan pasokan di pasar domestik.

Baca juga:  Tanamkan Akhlak Sejak Dini, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 10 Aktif Mengajar di TPQ Dusun Ngaliyan

“Insya Allah stok akan terus bertambah karena potensi hasil panen. Bulog ditargetkan menyerap sekitar 4 juta ton beras,” kata Rizal.

Jika target tersebut tercapai, total stok beras Bulog sepanjang 2026 diperkirakan mendekati angka 7 juta ton—sebuah capaian yang dinilai cukup kuat untuk menopang kebutuhan nasional.

Selain menjaga volume stok, Bulog juga menekankan pentingnya pengelolaan distribusi yang tepat sasaran.

Penyaluran beras dilakukan melalui koordinasi lintas instansi agar bantuan dan stabilisasi harga benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Dengan mekanisme tersebut, Bulog optimistis kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi, bahkan di tengah peningkatan permintaan saat Imlek, Ramadhan, dan Idulfitri 2026.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya
Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah
Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama
Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo
THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah
PPPK Paruh Waktu 2026 Dihapus? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah
Kemenag Hadirkan Semesta Ramadan Asri di IKN, Perkuat Peran Zakat dan Wakaf untuk Ekonomi Umat
MTQ Diusulkan Digelar Setiap Tahun, Menag Nilai Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:41 WIB

Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:16 WIB

Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah

Senin, 2 Maret 2026 - 20:53 WIB

Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama

Senin, 2 Maret 2026 - 16:29 WIB

Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo

Senin, 2 Maret 2026 - 09:10 WIB

THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah

Berita Terbaru