Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro melaksanakan program perancangan media informasi, edukasi, dan promosi Car Free Day (CFD) berbasis konsep omotenashi di area CFD.
Program ini dilaksanakan pada 9–11 Februari 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan pelaku UMKM Karangsari kepada pengunjung melalui pendekatan nilai keramahan khas Jepang.
Program ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep omotenashi, yaitu pelayanan tulus tanpa pamrih yang berfokus pada kenyamanan dan pengalaman pelanggan.
Konsep ini diterapkan dalam konteks kegiatan CFD sebagai ruang publik yang mempertemukan pelaku UMKM dan masyarakat luas, sehingga pelayanan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga pada pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung.

Kegiatan dalam program ini meliputi finalisasi dan pencetakan leaflet sebagai media informasi dan edukasi, sosialisasi langsung kepada pelaku UMKM yang aktif di area CFD terkait konsep omotenashi, uji coba penggunaan leaflet pada pelaksanaan CFD berikutnya, serta evaluasi respons pelaku UMKM dan pengunjung sebagai bahan perbaikan media selanjutnya.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara sistematis agar materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan secara praktis oleh para pelaku usaha.
Materi edukasi yang disampaikan memuat penjelasan tentang pentingnya pelayanan ramah, komunikasi yang sopan, serta cara menciptakan pengalaman positif bagi pengunjung.
Selain itu, telah dilakukan komunikasi awal dengan beberapa pelaku UMKM terkait penggunaan media sebagai sarana edukasi pelayanan, sehingga penerapan konsep dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Program ini memberikan sejumlah manfaat, di antaranya meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai konsep pelayanan berbasis budaya Jepang (omotenashi), mendorong terciptanya pelayanan yang lebih ramah dan profesional di area CFD, menyediakan media edukasi yang praktis dan mudah dipahami dalam bentuk leaflet, serta meningkatkan pengalaman positif pengunjung sehingga mendukung citra CFD sebagai ruang publik yang nyaman dan tertib.
Meskipun terdapat hambatan, seperti masih awamnya pelaku UMKM terhadap konsep budaya Jepang sehingga diperlukan penjelasan berulang, program ini tetap berjalan dengan baik melalui pendekatan komunikasi yang sederhana dan aplikatif.
Melalui program ini, diharapkan pelaku UMKM dapat menerapkan prinsip omotenashi secara berkelanjutan dalam aktivitas usahanya sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing di ruang publik seperti Car Free Day.
Penulis : Arina Faza Darmawanti, Mahasiswi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Universitas Diponegoro
Editor : Murni A














