Pemprov Jateng Ubah Skema Pengelolaan Aset demi Tingkatkan PAD

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mencari cara untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa hanya bergantung pada sektor pajak.

Salah satu langkah yang kini mulai dipacu adalah mengoptimalkan aset-aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal atau dikenal sebagai aset idle.

Langkah ini dinilai penting, mengingat masih banyak aset milik pemerintah yang belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pemasukan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, jika dikelola dengan tepat, aset-aset tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan baru.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan bahwa ke depan sistem pengelolaan aset akan diubah menjadi lebih terpusat.

Baca juga:  Jawa Tengah Raih Dua Penghargaan Bergengsi di IGA 2025, Bukti Komitmen Dorong Inovasi Pelayanan Publik

Tujuannya sederhana: mempercepat proses pemanfaatan sekaligus membuatnya lebih efektif.

Salah satu strategi yang diinisiasi oleh Gubernur Ahmad Luthfi adalah menyerahkan peran pemasaran aset kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah.

Langkah ini dianggap lebih efisien dibandingkan pola lama yang tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dengan sistem sebelumnya, setiap OPD mengelola asetnya masing-masing. Akibatnya, koordinasi menjadi kurang optimal, bahkan seringkali terjadi ketidaksesuaian antara lokasi aset dan pengelolaannya.

Keunggulan utama Bapenda terletak pada jaringannya yang sudah menjangkau 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Dengan jaringan tersebut, proses pemasaran aset diharapkan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

Baca juga:  Jateng–BRIN Siapkan Energi Surya 5 MW untuk Karimunjawa, Dorong Listrik Stabil dan Air Bersih

Aset-aset yang sebelumnya tidak produktif nantinya akan ditawarkan untuk disewakan atau dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Peran Bapenda di sini tidak hanya sebagai pengelola, tetapi juga sebagai “marketing” yang aktif mencari peluang pemanfaatan.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab persoalan klasik, di mana aset berada di satu daerah, tetapi pengelolaannya justru dilakukan dari kantor pusat di Semarang. Kondisi seperti ini selama ini dinilai menjadi penghambat utama optimalisasi aset.

Sumarno mengakui, salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan aset adalah sistem yang tidak terintegrasi. Misalnya, ada aset di daerah seperti Cilacap atau Rembang, namun pengelolaannya berada di instansi yang berkantor di Semarang.

Baca juga:  Jelang Nataru, Gubernur Jateng Pastikan Rest Area Siap Layani Jutaan Pemudik

Akibatnya, proses pemanfaatan menjadi lambat, bahkan cenderung stagnan. Tidak sedikit aset yang akhirnya terbengkalai karena minimnya pengawasan dan keterbatasan akses.

Dengan skema baru yang lebih terpusat dan berbasis wilayah, diharapkan kendala tersebut bisa diatasi secara bertahap.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Balik Rantau Gratis 2026 Dibuka, Pemprov Jateng Siapkan Bus dan Kereta untuk 3.700 Pemudik
Program Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Dibuka, Ratusan Bus dan Kereta Disiapkan dari Jakarta dan Bandung
Jateng–BRIN Siapkan Energi Surya 5 MW untuk Karimunjawa, Dorong Listrik Stabil dan Air Bersih
Jelang Idulfitri 1447 H, Pemprov Jateng Sidak Pasar Raya Salatiga Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman
Gubernur Jateng Dorong Penguatan Kampung Bersinar, Jateng Pertegas Perang Lawan Narkoba
Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Bersihkan Pantai Batang, Dorong Jateng Menuju Zero Waste 2029
Jateng Genjot Pemanfaatan RDF, Taj Yasin Dorong Industri Serap Olahan Sampah Jadi Energi
Diskomdigi Jateng Gandeng FISIP Undip, Kolaborasi Kampus–Pemprov Diperkuat untuk Gaungkan Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 10:30 WIB

Pemprov Jateng Ubah Skema Pengelolaan Aset demi Tingkatkan PAD

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:56 WIB

Balik Rantau Gratis 2026 Dibuka, Pemprov Jateng Siapkan Bus dan Kereta untuk 3.700 Pemudik

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:32 WIB

Program Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Dibuka, Ratusan Bus dan Kereta Disiapkan dari Jakarta dan Bandung

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:12 WIB

Jateng–BRIN Siapkan Energi Surya 5 MW untuk Karimunjawa, Dorong Listrik Stabil dan Air Bersih

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:17 WIB

Jelang Idulfitri 1447 H, Pemprov Jateng Sidak Pasar Raya Salatiga Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman

Berita Terbaru