Pemerataan Pendidikan, Pemprov Jateng Prioritaskan Pendirian SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Upaya pemerataan akses pendidikan menengah di Kabupaten Pati terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Di tengah beredarnya informasi rencana pendirian SMA Negeri di Kecamatan Margoyoso, Pemprov Jateng menegaskan bahwa fokus pembangunan justru diarahkan ke wilayah yang selama ini masih kekurangan akses pendidikan menengah atas.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menerima audiensi Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin (9/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Taj Yasin—yang akrab disapa Gus Yasin—menyampaikan bahwa sosialisasi rencana pendirian SMA Negeri di Kecamatan Margoyoso bukan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga:  Jateng Gandeng Pendidikan Vokasi untuk Jadi Penopang Pangan dan Industri Nasional

Menurutnya, berdasarkan data dan perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Margoyoso bukan wilayah prioritas pendirian SMA Negeri baru.

Hal itu karena kecamatan tersebut telah memiliki lembaga pendidikan menengah yang cukup, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.

“Kita tidak punya rencana pembangunan SMA Negeri di Margoyoso. Justru yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Tambakromo dan Jaken,” tegas Gus Yasin.

Gus Yasin menjelaskan, masih terdapat wilayah di Kabupaten Pati yang masuk kategori blank spot pendidikan menengah atas, yakni daerah yang akses sekolah tingkat SMA masih terbatas.

Baca juga:  Dua Inovasi Jateng Raih Penghargaan OPSI-KIPP 2025, Dari Layanan Kesehatan hingga UMKM

Dua kecamatan yang masuk kategori tersebut adalah Tambakromo dan Jaken. Karena itu, Pemprov Jateng menilai pendirian SMA Negeri di wilayah tersebut lebih mendesak demi pemerataan layanan pendidikan.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan aspek administrasi dan komunikasi publik, agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat seperti yang sempat terjadi di Margoyoso.

Senada dengan Wakil Gubernur, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kusno, menegaskan bahwa Kecamatan Margoyoso tidak direkomendasikan untuk pendirian SMA Negeri baru.

Baca juga:  Trans Jateng Siap Terintegrasi dengan Transportasi Lain, Akses Warga Jawa Tengah Bakal Makin Mudah

Berdasarkan basis data yang dimiliki, Margoyoso telah memiliki sembilan Madrasah Aliyah, lima SMK, dan satu SMA.

Kondisi tersebut dinilai sudah mencukupi untuk menampung kebutuhan pendidikan menengah masyarakat setempat.

“Sesuai arahan Kepala Dinas dan hasil audiensi dengan Bapak Wakil Gubernur, pendirian SMA Negeri di Margoyoso tidak direkomendasikan,” ujar Kusno.

Terkait tindak lanjut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah akan menelusuri apakah sudah ada surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Pati terkait usulan pendirian SMA Negeri di Margoyoso.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

12 Investor India Lirik Jawa Tengah, Siap Tanam Modal di Kendal dan Batang
Backlog Perumahan Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Perkuat Skema Rumah Subsidi dan RTLH
PKB Jawa Tengah 2026 Dipastikan Tak Naik, Pemprov Siapkan Diskon 5 Persen hingga Akhir Tahun
KEK dan Kawasan Industri Dongkrak Ekonomi Jawa Tengah 2025, Sumbang 1,87% PDRB
Dokter Spesialis Keliling Jangkau 88 Ribu Warga Jateng, Program Andalan Luthfi–Yasin Mendekati Target
Melaju Lampaui Nasional, Ekonomi Jawa Tengah 2025 Tumbuh Impresif di Angka 5,37 Persen
Kemiskinan di Jawa Tengah Terus Menurun, BPS Catat Turun Jadi 9,39 Persen pada September 2025
Jawa Tengah Masih Bebas Virus Nipah, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Warga Tetap Waspada

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 07:00 WIB

12 Investor India Lirik Jawa Tengah, Siap Tanam Modal di Kendal dan Batang

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:56 WIB

Backlog Perumahan Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Perkuat Skema Rumah Subsidi dan RTLH

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:55 WIB

PKB Jawa Tengah 2026 Dipastikan Tak Naik, Pemprov Siapkan Diskon 5 Persen hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:36 WIB

KEK dan Kawasan Industri Dongkrak Ekonomi Jawa Tengah 2025, Sumbang 1,87% PDRB

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:33 WIB

Dokter Spesialis Keliling Jangkau 88 Ribu Warga Jateng, Program Andalan Luthfi–Yasin Mendekati Target

Berita Terbaru