Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Namun, di tengah peluang besar tersebut, tantangan kualitas sumber daya manusia (SDM) masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi.

Hal inilah yang menjadi sorotan utama Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sebuah forum ekonomi yang disiarkan oleh Metro TV, Selasa (3/2/2026).

Dalam acara bertajuk Top Economic Special Islamic Economic itu, Menag menyampaikan optimisme bahwa Indonesia berpeluang menjadi pusat ekonomi syariah dunia.

Namun optimisme tersebut, menurutnya, harus dibarengi dengan penguatan sistem pendidikan dan peningkatan kompetensi SDM di bidang ekonomi syariah.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki fondasi sosial dan kultural yang kuat untuk mengembangkan ekonomi syariah.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Peringati Hari Pahlawan dengan Aksi Peduli Taman Makam Pahlawan

Nasaruddin menilai potensi ini bukan sekadar wacana, melainkan peluang riil yang bisa diwujudkan dalam satu hingga dua dekade ke depan.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pengembangan SDM ekonomi syariah belum sepenuhnya optimal.

Lulusan ekonomi syariah masih menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan dinamika industri modern, terutama dalam memahami sistem keuangan global yang terus berkembang.

Menurutnya, kurikulum pendidikan ekonomi syariah perlu diperkuat dengan pendekatan yang lebih integratif.

Fikih muamalah harus tetap menjadi fondasi, tetapi mahasiswa juga perlu memahami terminologi dan praktik ekonomi konvensional agar mampu bersaing di industri.

Nasaruddin yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) menekankan pentingnya sintesis keilmuan antara Fakultas Syariah dan Fakultas Ekonomi umum.

Baca juga:  MTQ Diusulkan Digelar Setiap Tahun, Menag Nilai Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Integrasi ini dinilai krusial agar lulusan ekonomi syariah tidak terjebak dalam sekat akademik yang sempit.

Di tengah arus globalisasi, ekonomi syariah tidak berdiri sendiri. Ia bersentuhan dengan pasar internasional, teknologi finansial (fintech), investasi global, hingga kebijakan fiskal dan moneter.

Karena itu, lulusan ekonomi syariah dituntut memiliki perspektif luas tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan prinsip syariah.

Lebih jauh, Menag menegaskan bahwa ekonomi syariah sejatinya menawarkan model ekonomi berkelanjutan yang menempatkan moralitas sebagai pijakan utama.

Dalam konteks krisis ekonomi global yang berulang, pendekatan berbasis keadilan dan keberlanjutan dinilai semakin relevan.

Baca juga:  Ancaman Child Grooming Menguat, Pemerintah Minta Keluarga Lebih Waspada

Pandangan senada disampaikan Wakil Ketua Umum IAEI, Irfan Syauqi Beik. Ia menilai penguatan SDM ekonomi syariah tidak boleh hanya terfokus pada sektor keuangan.

Menurut Irfan, ada tiga sektor utama yang perlu mendapatkan perhatian serius: industri halal, keuangan syariah, serta sektor sosial seperti zakat dan wakaf.

Industri halal, misalnya, memiliki ruang pertumbuhan yang sangat luas. Mulai dari makanan dan minuman halal, pariwisata ramah Muslim, hingga modest fashion, semuanya membutuhkan tenaga profesional yang memahami standar syariah sekaligus strategi bisnis modern.

“Industri halal bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi syariah nasional jika didukung SDM yang kompeten,” ujarnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

AHY Dorong Percepatan Internet di Daerah 3T, Targetkan Pemerataan Digital hingga Perbatasan
DPR Dukung Penundaan Sementara Umrah, Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas Utama
Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya
Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah
Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama
Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo
THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah
PPPK Paruh Waktu 2026 Dihapus? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:43 WIB

Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:20 WIB

AHY Dorong Percepatan Internet di Daerah 3T, Targetkan Pemerataan Digital hingga Perbatasan

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:09 WIB

DPR Dukung Penundaan Sementara Umrah, Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas Utama

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:41 WIB

Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya

Senin, 2 Maret 2026 - 20:53 WIB

Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama

Berita Terbaru