Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 12 Universitas Diponegoro (Undip) merealisasikan program pendampingan bisnis holistik bagi POKLAHSAR Mina Rejeki di Desa Kalilondo, Salatiga, pada awal tahun 2026.
Program ini mengintegrasikan perbaikan standar mutu produksi dengan strategi pemasaran digital guna mempersiapkan produk olahan perikanan lokal menembus pasar global.
Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di bawah pantauan dan dukungan intensif dari Pemerintah Kelurahan Sidorejo Kidul serta Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga.
Keterlibatan dinas memastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan mahasiswa, mulai dari aspek keamanan pangan hingga legalitas, berjalan selaras dengan regulasi pemerintah daerah dan standar mutu yang berlaku.
Sementara itu, untuk menjaga kualitas pelaksanaan di lapangan, mahasiswa didampingi oleh tiga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Dr. Romadhon, S.Pi., M.Biotech.; Lukita Purnamayati, S.TP., M.Sc.; dan Muhammad Hauzan Arifin, S.Pi., M.Si..
Arahan dan monitoring rutin dari para dosen memastikan setiap inisiatif yang dikerjakan mahasiswa berjalan efektif dan tepat sasaran.
Langkah strategis diawali dari pembenahan “dapur” produksi melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP). Mahasiswa menyusun SOP sanitasi, mewajibkan penggunaan APD, serta menata ulang alur produksi tipe U-Shape demi menjamin higiene produk.
Di sisi manajerial, profesionalisme usaha diperkuat lewat digitalisasi pembukuan menggunakan aplikasi SIAPIK agar arus kas tercatat akuntabel dan transparan.
Tak hanya membenahi proses produksi, kualitas produk juga dikawal ketat melalui monitoring mingguan dan validasi ilmiah menggandeng Laboratorium Kimia FSM UKSW.
Hasil analisis proksimat mengkonfirmasi produk memiliki nutrisi prima dengan kadar air rendah (7,08%).
Angka ini menjadi indikator krusial bahwa abon ikan mas aman dari mikroba dan memiliki masa simpan panjang, sebuah syarat mutlak untuk menembus distribusi pasar ekspor.
Transformasi signifikan dilakukan pada aspek kemasan untuk menjawab kebutuhan pasar ritel dan oleh-oleh.

Mahasiswa merancang ulang kemasan lama menjadi bentuk box lipat yang lebih kokoh dan protektif.
Desain baru mengusung dominasi warna merah dan emas untuk memperkuat identitas ‘Ikan Mas’, lengkap dengan informasi varian rasa, legalitas halal, hingga nilai gizi yang tertata rapi.
Proses ini dikawal ketat mulai dari konsep kreatif hingga pencetakan di vendor, memastikan hasil akhir yang presisi, informatif, dan memiliki daya tarik visual kuat di etalase toko.
Tak berhenti pada kemasan, upaya peningkatan brand awareness dilakukan lewat optimalisasi media sosial.
Tim mendampingi pembuatan konten kreatif, mulai dari video ulasan hingga dokumentasi produksi yang terjadwal rapi dalam kalender konten bulanan.
Dukungan teknis ini disempurnakan dengan pelatihan admin dan penyusunan SOP Media Sosial, memastikan POKLAHSAR Mina Rejeki memiliki fondasi promosi digital yang konsisten dan profesional
Wajah baru produk tersebut didukung oleh strategi penjualan yang profesional. Tim membenahi etalase toko di Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop dengan foto dan deskripsi yang persuasif, serta menstandarisasi pengemasan pengiriman agar aman sampai ke konsumen.
Tak hanya membidik pasar domestik, mahasiswa juga menyiapkan jalan menuju pasar internasional melalui pembuatan website usaha dan sosialisasi dokumen legalitas ekspor.
Profesionalisme usaha turut diperkuat melalui transformasi tata kelola keuangan. Mahasiswa mendampingi mitra beralih dari pencatatan manual ke sistem digital menggunakan aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan).
Pelatihan ini menjadi solusi krusial untuk memisahkan keuangan pribadi dan usaha yang sebelumnya tercampur.
Dengan pembukuan yang kini terstruktur dan akuntabel, POKLAHSAR Mina Rejeki memiliki data arus kas yang valid sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis yang strategis
“Program kerja ini dirancang tuntas dari hulu ke hilir dengan supervisi langsung dari Dinas Pangan dan Pertanian. Kami tidak hanya memperbaiki kemasan, tetapi membangun ‘kendaraan’ berupa akun marketplace yang terkelola rapi serta website resmi, sehingga Mina Rejeki memiliki infrastruktur digital yang matang untuk menyambut pasar ekspor,” ujar perwakilan Tim 12 KKN Undip.
Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha ini, POKLAHSAR Mina Rejeki diharapkan tumbuh menjadi ikon Salatiga yang mandiri, adaptif terhadap ekonomi digital, dan memiliki daya saing kuat di kancah internasional.
Editor : Murni A














