Kisah Inspiratif Pembatik Kota Semarang: Jejak Tangan Siti Afifah

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Di tengah kehidupan Kota Semarang yang terus bergerak maju, terdapat sebuah kampung yang menyimpan warisan budaya, yakni Kampung Batik Semarang. Kampung batik bukan hanya sekadar ruang produksi kain bermotif, melainkan ruang hidup bagi tradisi, kesabaran, dan cerita manusia yang menghidupkannya.

Salah satu kisah yang tumbuh dari lorong-lorong kampung ini adalah kisah Siti Afifah, sosok perempuan pembatik yang mendedikasikan hidupnya pada sehelai batik.

Baginya, menjadi pembatik di era modern bukanlah perkara mudah. Tantangan datang dari batik cetak murah hingga perubahan selera pasar.

Baca juga:  Rekomendasi Wisata Semarang untuk Liburan Seru Bersama Keluarga dan Teman

Namun, Siti Afifah memilih bertahan dengan caranya sendiri, menjaga kualitas dan mulai berbagi ilmu. Ia kerap terlibat dalam kegiatan edukasi membatik dari pemerintah, mengajarkan anak-anak dan pengunjung Kampung Batik Semarang tentang nilai di balik selembar batik.

Baginya, keberlanjutan batik tidak hanya ditentukan oleh penjualan, tetapi juga oleh pewarisan pengetahuan. Selama masih ada yang mau belajar dan menghargai proses, ia yakin batik Semarang akan terus menemukan tempatnya.

Adapun motif-motif yang dibuat oleh Siti Afifah di antaranya Warak Ngendog, Tugu Muda, Lawang Sewu, dan lain sebagainya. Motif-motif tersebut terinspirasi dari ikon-ikon Kota Semarang. Setiap goresannya memiliki makna yang mendalam dan menjadi semangat untuk terus melestarikan batik.

Baca juga:  Pengguna iOS dan Android Bisa Coba Fitur WhatsApp Terbaru di Versi Beta

Kisah Siti Afifah merupakan representasi semangat besar Kampung Batik Semarang. Di balik motif-motif indah yang kita lihat, ada tangan-tangan yang bekerja dengan sabar dan hati yang setia pada tradisi.

Batik dalam kisah ini bukan hanya sekadar kain, tetapi juga jejak kehidupan, identitas, dan harapan yang terus ditorehkan dari generasi ke generasi.

Melalui Kampung Batik Semarang dan sosok Siti Afifah, kita diajak untuk tidak hanya memakai batik, tetapi juga memahami kisah di baliknya—kisah tentang ketekunan, budaya, dan cinta terhadap warisan lokal.

Baca juga:  Perbedaan Sifat Dasar Laki-Laki dan Perempuan: Fakta Ilmiah dan Perspektif Sosial

Siti Afifah juga berharap generasi modern saat ini dapat mengenal batik secara utuh dan menyadari pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan warisan budaya ini.

Penulis : Farida Putri Ramadhani

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatengvox.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Potensi UMKM Kopi Lokal Jawa Tengah di Tengah Tren Minum Kopi Anak Muda
Spesifikasi Awal iPhone Fold Terungkap, Apple Fokus Stabilitas Desain
Cara Mengajarkan Anak Berhemat dan Menabung Sejak Dini
7 Tips Stimulasi Agar Anak Cepat Bicara: Kegiatan Sederhana yang Bisa Dilakukan di Rumah
Tips Menjaga Keamanan dan Keselamatan Anak di Rumah
YouTube Manfaatkan AI untuk Perbaiki Kualitas Video Rendah Secara Otomatis
Restyle Teks Instagram Hadir, Kini Kamu Bisa Ciptakan Gaya Font Unik dengan AI
Cara Ampuh untuk Mengatasi Mabuk Perjalanan yang Bikin Pusing dan Mual

Berita Terkait

Minggu, 28 Desember 2025 - 19:05 WIB

Potensi UMKM Kopi Lokal Jawa Tengah di Tengah Tren Minum Kopi Anak Muda

Selasa, 23 Desember 2025 - 18:58 WIB

Kisah Inspiratif Pembatik Kota Semarang: Jejak Tangan Siti Afifah

Kamis, 18 Desember 2025 - 06:09 WIB

Spesifikasi Awal iPhone Fold Terungkap, Apple Fokus Stabilitas Desain

Senin, 15 Desember 2025 - 19:45 WIB

Cara Mengajarkan Anak Berhemat dan Menabung Sejak Dini

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:56 WIB

7 Tips Stimulasi Agar Anak Cepat Bicara: Kegiatan Sederhana yang Bisa Dilakukan di Rumah

Berita Terbaru