Hari ke-10 Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang, Tim Gabungan Masih Sisir Lereng Lawu

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Memasuki hari ke-10, upaya pencarian terhadap pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di kawasan Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, masih belum membuahkan hasil. Meski demikian, optimisme tim gabungan belum surut.

Kabut tebal, cuaca yang cepat berubah, serta medan terjal khas Gunung Lawu menjadi tantangan utama selama proses pencarian.

Namun, tim terus berupaya menyisir area yang diduga menjadi jalur terakhir korban.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, turun langsung ke lokasi basecamp pendakian Mongkrang di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (27/1/2026).

Kehadirannya menjadi bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap proses pencarian sekaligus dukungan moral bagi keluarga korban.

Baca juga:  Jejak Sejarah Transmigrasi Jawa Tengah di Lampung, Ahmad Luthfi Sambangi Desa Bagelen

Di basecamp, Sumarno menyempatkan diri menemui Sapto Mulyono, ayah Yazid, yang sejak hari pertama setia menunggu kabar sang anak.

Dalam pertemuan itu, Sumarno memberikan motivasi dan menguatkan keluarga agar tetap bersabar serta tidak henti memanjatkan doa.

“Dalam kondisi seperti ini, doa dan ketabahan keluarga menjadi kekuatan besar,” ujar Sumarno kepada orang tua korban.

Di sela kunjungannya, Sumarno juga berdiskusi dengan Koordinator Lapangan Basarnas Surakarta, Tri Puji S, terkait perkembangan dan evaluasi pencarian.

Tri Puji memaparkan bahwa pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat setempat.

Baca juga:  Literasi membaca buku cerita di SD Negeri Sedayu bersama mahasiswi KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang Posko 06

Setiap harinya, sekitar 300 personel diterjunkan untuk menyisir berbagai sektor pencarian.

“Semua metode sudah kami upayakan, mulai dari penyisiran darat, penggunaan drone, hingga pelibatan warga lokal yang memahami medan,” jelas Tri Puji.

Namun demikian, kondisi alam kerap menjadi kendala. Kabut tebal yang turun tiba-tiba dan cuaca ekstrem membuat jarak pandang terbatas serta memperlambat pergerakan tim di lapangan.

Menurut Tri Puji, hingga hari ke-10, sekitar 98 persen area pencarian telah disisir. Meski belum menemukan tanda keberadaan Yazid, tim tetap menjaga optimisme.

“Kami masih meyakini peluang menemukan survivor. Sejumlah titik yang dianggap krusial terus kami periksa ulang,” katanya.

Baca juga:  Kementerian PPPA Tegaskan Pentingnya Perlindungan Anak dari Ancaman Radikalisme Digital

Awalnya, operasi pencarian dijadwalkan berakhir pada Minggu (25/1/2026). Namun, melihat dinamika di lapangan serta harapan keluarga, pencarian diperpanjang hingga Rabu (28/1/2026).

Tri Puji menjelaskan, hari terakhir perpanjangan pencarian akan dimaksimalkan dengan pengerahan seluruh kekuatan yang ada. Pencarian besar-besaran dilakukan sejak pagi hari untuk memastikan tidak ada area yang terlewat.

“Besok pagi menjadi batas akhir perpanjangan. Setelah itu, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dan melaporkannya kepada pimpinan,” ujarnya.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, tim pencari tetap berharap Yazid dapat ditemukan dalam kondisi selamat. Harapan itu pula yang terus dijaga oleh keluarga dan seluruh pihak yang terlibat.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DWP Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Mewujudkan Perubahan Nyata
Tanamkan Budaya Hemat, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN 1 Palebon Gemar Menabung Sejak Dini
Hadapi Musim Hujan, PKK Jawa Tengah Galakkan Penanaman Pohon di Pekarangan
Kemendikdasmen Terapkan TKA Inklusif 2026, Murid Berkebutuhan Khusus Difasilitasi Teknologi Khusus
75 Persen Sampah Nasional Masih Dibuang Terbuka, Daerah Resmi Masuk Darurat Sampah
Pemulihan Listrik Pascabencana Sumatra Capai 99 Persen, Pemerintah Fokus Percepatan Rehabilitasi
Mahasiswa KKN UPGRIS Dorong Inovasi Kemasan UMKM Souvenir Desa Leyangan
KemenPPPA Tetapkan Dua Program Prioritas 2026, DPR Ingatkan Risiko Pemangkasan Anggaran

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:02 WIB

Hari ke-10 Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang, Tim Gabungan Masih Sisir Lereng Lawu

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:48 WIB

DWP Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Mewujudkan Perubahan Nyata

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:45 WIB

Tanamkan Budaya Hemat, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN 1 Palebon Gemar Menabung Sejak Dini

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:02 WIB

Hadapi Musim Hujan, PKK Jawa Tengah Galakkan Penanaman Pohon di Pekarangan

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:49 WIB

75 Persen Sampah Nasional Masih Dibuang Terbuka, Daerah Resmi Masuk Darurat Sampah

Berita Terbaru