Jatengvox.com – Suasana di Dusun Lerep, Desa Lerep, mendadak berubah menjadi penuh warna dan harmoni selama dua hari terakhir. Langit desa seolah ikut bersaksi atas dedikasi para santri dalam menuntaskan masa studi mereka di madrasah, yang dirayakan melalui rangkaian acara Akhirusanah yang begitu memukau dan menyentuh hati.
Langkah awal menuju puncak kelulusan dimulai pada hari pertama dengan prosesi khataman Al-Qur’an. Bertempat di Masjid Ittichadul Muwachhidin, suasana khidmat menyelimuti seluruh ruangan saat lantunan ayat-ayat suci bergema, menandai ketulusan hati para santri yang telah berjuang mendalami kalam Ilahi. Momen ini menjadi pondasi spiritual yang kuat sebelum mereka melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Kemeriahan semakin memuncak pada hari kedua. Saat matahari mulai condong ke barat, jalanan Dusun Lerep berubah menjadi panggung seni raksasa.
Arak-arakan atau pawai budaya digelar dengan penuh antusiasme, di mana para santri dan warga berbaur dalam kegembiraan.
Kostum yang unik, iringan musik yang ritmis, serta senyum merekah dari setiap peserta pawai menjadikan sore itu sebagai pesta rakyat yang tak terlupakan bagi seluruh warga.
Tak berhenti di situ, malam puncak Akhirusanah menjadi penutup yang emosional. Di bawah temaram lampu panggung yang megah, prosesi wisuda dilangsungkan dengan penuh wibawa.
Satu per satu santri melangkah maju untuk menerima tanda kelulusan, diiringi tatapan bangga dan haru dari para orang tua.
Perayaan Akhirusanah ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kepala Desa Lerep, Sumariyadi S.T., dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tradisi yang sarat nilai pendidikan dan kebersamaan masyarakat.
“Akhirusanah bukan hanya seremoni kelulusan, tetapi juga momentum untuk menanamkan rasa syukur, kebanggaan, serta mempererat ukhuwah antarwarga. Kami berharap para santri dapat terus membawa nilai-nilai kebaikan di mana pun mereka berada,” ungkapnya, (9/2/26).
Sementara itu, salah satu ustadz yang turut mendampingi prosesi khataman Al-Qur’an, Ahmad Fauzi, menuturkan bahwa perjalanan para santri hingga titik kelulusan merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan.
“Khataman Al-Qur’an menjadi simbol bahwa ilmu yang dipelajari bukan hanya untuk dihafal, tetapi diamalkan. Semoga para santri mampu menjaga akhlak, istiqamah dalam ibadah, dan menjadi generasi Qur’ani yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Perayaan dua hari ini pun resmi berakhir, meninggalkan jejak kenangan indah sekaligus semangat baru bagi generasi penerus di Dusun Lerep untuk terus belajar, berakhlak, dan mengabdi di tengah masyarakat.














