Dominasi BTC dan USDT Bittime Jadi Sorotan di Tengah Tekanan Politik Trump dan Gejolak Minyak Dunia

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 23 Maret 2026 – Kondisi ekonomi global saat ini tengah berada dalam fase penuh ketidakpastian yang dipicu oleh kombinasi tekanan politik. Baik dari kebijakan domestik Amerika Serikat dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Bertepatan dengan ini, daily trading Volume di Bittime menunjukkan dominasi aset Bitcoin dan USDT yang masih mendominasi perdagangan aset kripto di Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka terus mendesak Bank Sentral AS atau The Fed untuk segera menurunkan suku bunga guna meringankan beban utang nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Berdasarkan data dari Coinvestasi, Trump menilai bahwa kebijakan suku bunga tinggi yang bertahan saat ini justru merugikan ekonomi dan berpotensi mengganggu keamanan nasional. Aspirasi ini muncul dengan harapan bahwa bunga yang lebih rendah akan meningkatkan likuiditas pasar, yang pada akhirnya dapat mengalirkan dana ke aset investasi seperti aset kripto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, keinginan politik tersebut berbenturan dengan kenyataan pahit di lapangan akibat konflik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan ini telah menyebabkan fluktuasi tajam pada harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh angka 100 dolar AS per barel.

Baca juga:  KKN Kelompok 28 UPGRIS Kalicari Gelar Pelatihan Basic Life Support di Balai Kelurahan, Ibu PKK Antusias Praktik Langsung

Sedangkan, berdasarkan data dari Cointelegraph, kenaikan harga komoditas energi ini memicu ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, sehingga pasar justru mulai mempertimbangkan kemungkinan The Fed akan tetap mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkannya demi mengontrol laju harga barang. 

Situasi makroekonomi yang tidak menentu ini secara langsung berdampak pada pergerakan harga Bitcoin ($BTC) yang sempat mengalami koreksi cukup dalam hingga ke level $68.160  akibat aksi jual massal di pasar global.

Di tengah gejolak harga internasional tersebut, aktivitas perdagangan di dalam negeri tetap menunjukkan tren yang menarik, terutama dalam penggunaan aset stabil atau stablecoin. Platform perdagangan Bittime mencatatkan bahwa $BTC dan $USDT tetap menjadi aset kripto dengan volume perdagangan tertinggi atau top trading assets bagi para investor. 

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun harga $BTC sedang mengalami volatilitas tinggi akibat berita global, minat investor Indonesia terhadap aset digital tetap besar. Penggunaan pasangan perdagangan IDR terhadap $USDT juga menjadi pilihan utama bagi banyak pelaku pasar untuk menjaga nilai aset mereka di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Baca juga:  Deteksi Anomali Termal pada Aset Transmisi Listrik dengan Kamera Hikmicro

Dominasi $USDT di platform seperti Bittime mencerminkan strategi investor yang cenderung mencari perlindungan nilai saat pasar sedang mengalami tekanan hebat. Sebagaimana dikutip dari data Coinvestasi, Bitcoin saat ini tengah menguji level dukungan kritis, di mana jika harga gagal bertahan di atas angka tertentu, risiko penurunan lebih lanjut ke level yang lebih rendah masih sangat terbuka. 

Dalam kondisi seperti ini, investor banyak beralih ke $USDT sebagai jembatan likuiditas untuk tetap siap melakukan pembelian kembali ketika harga dianggap sudah mencapai titik terendah. Kehadiran $USDT yang dipasangkan dengan Rupiah memudahkan investor lokal untuk bertransaksi dengan cepat tanpa harus terpapar fluktuasi nilai tukar dollar yang juga tidak menentu.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 30 Desa Diwak Dampingi Posyandu Lansia untuk Tingkatkan Kualitas Kesehatan Warga

Secara keseluruhan, arah pasar kripto ke depan akan sangat bergantung pada bagaimana eskalasi konflik di Timur Tengah berkembang dan keputusan resmi The Fed pada pertemuan mendatang. 

Sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan mudah diakses bagi para investor di Indonesia.

Namun, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sinergi KAI, DJKA, dan BTP Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang di Hari Libur Idul Fitri 1447 H
Pengabdian Tahun Ketiga, MIND ID Perluas Peran Indonesia dan kontribusi Global
Diversifikasi Trading: Mengapa Banyak Trader Memilih Multi-Instrumen
H1 & H2 Lebaran 2026 Pengguna LRT Jabodebek Melonjak Hingga 79 Persen
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 94 Ribu Pelanggan Selama Dua Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Mobilitas Kendaraan di Ruas Tol Palimanan–Kanci Meningkat, JTT Catat Kenaikan Lalu Lintas di GT Ciperna
Dari Kost ke Long Stay: Tren Baru Hunian Mahasiswa di Medan dan Tips Memilihnya
Ekspansi Ekonomi Indonesia yang Pesat Mendorong Permintaan akan Kepemimpinan Eksekutif yang Berpengalaman

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 21:02 WIB

Dominasi BTC dan USDT Bittime Jadi Sorotan di Tengah Tekanan Politik Trump dan Gejolak Minyak Dunia

Senin, 23 Maret 2026 - 20:02 WIB

Sinergi KAI, DJKA, dan BTP Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang di Hari Libur Idul Fitri 1447 H

Senin, 23 Maret 2026 - 19:03 WIB

Pengabdian Tahun Ketiga, MIND ID Perluas Peran Indonesia dan kontribusi Global

Senin, 23 Maret 2026 - 17:02 WIB

Diversifikasi Trading: Mengapa Banyak Trader Memilih Multi-Instrumen

Senin, 23 Maret 2026 - 16:03 WIB

H1 & H2 Lebaran 2026 Pengguna LRT Jabodebek Melonjak Hingga 79 Persen

Berita Terbaru