Banyak Perempuan Berangkat ke Luar Negeri Tanpa Prosedur, Pemerintah Ingatkan Tingginya Risiko Eksploitasi

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Fenomena perempuan Indonesia yang bekerja ke luar negeri tanpa melalui jalur resmi kembali menjadi sorotan.

Di tengah tekanan ekonomi dan minimnya peluang kerja yang aman, sebagian perempuan merasa tidak memiliki pilihan lain selain berangkat secara non-prosedural.

Kondisi inilah yang membuat mereka berada dalam posisi sangat rentan terhadap eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai kasus individu, melainkan isu struktural yang harus ditangani bersama.

Wakil Menteri PPPA Veronica Tan mengungkapkan bahwa banyak perempuan memutuskan berangkat tanpa prosedur karena dorongan kebutuhan ekonomi dan kurangnya kesempatan kerja layak di daerah.

Baca juga:  PPG Madrasah Jadi Sorotan, Peserta 2025 Naik Drastis hingga 794% Dibanding 2023

Kondisi tersebut diperparah oleh lemahnya akses informasi mengenai proses migrasi yang aman.

“Banyak perempuan terpaksa berangkat tanpa prosedur karena himpitan ekonomi dan minimnya pilihan kerja yang aman di daerahnya. Kondisi ini membuat mereka sangat rentan dieksploitasi,” ujar Veronica dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (30/11/2025).

Ia menambahkan, pendampingan bagi calon pekerja migran masih belum merata. Banyak perempuan akhirnya berinteraksi dengan pihak tak bertanggung jawab yang menawarkan proses cepat, namun justru membawa mereka pada jaringan perdagangan orang.

Menurut Veronica, peran pemerintah daerah sangat penting dalam memberikan edukasi sejak awal, mulai dari risiko migrasi ilegal, hak-hak pekerja migran, hingga jalur pengaduan jika mereka menghadapi ancaman.

Baca juga:  Ciptakan Generasi Sehat, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Lakukan Edukasi PHBS di TK Desa Kaligading

Kementerian PPPA menekankan perlunya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam menyediakan informasi yang mudah dipahami dan membuka akses pelatihan kerja bagi perempuan.

“Kami terus mendorong sinergi pusat dan daerah agar perempuan tidak lagi mencari kerja melalui jalur berbahaya. Negara harus hadir memberi perlindungan sebelum mereka berangkat,” kata Veronica.

Upaya peningkatan literasi migrasi aman disebut sebagai langkah kunci agar perempuan tidak lagi bergantung pada agen atau sponsor yang tidak kredibel.

Sementara itu, Ketua Organisasi Safe Migrant, Pendeta Musa Mau, menyoroti konteks yang lebih luas melalui Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 2025. Tahun ini, kampanye tersebut mengusung tema “Kita Punya Andil Kembalikan Ruang Aman”.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo dan Ibu-ibu PKK Sulap Lahan Dusun Jadi Kebun TOGA Apotek Hidup

Menurut Musa, tema tersebut mengingatkan bahwa isu kekerasan dan eksploitasi bukan hanya masalah korban atau pemerintah, tetapi tanggung jawab moral seluruh masyarakat.

“Tema ini menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas negara, tetapi tanggung jawab kita bersama. Semua pihak punya andil untuk mengembalikan ruang aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, kasus-kasus eksploitasi yang dialami perempuan migran seharusnya menjadi momentum refleksi sekaligus penggerak solidaritas. Dukungan publik sangat dibutuhkan, mulai dari mengawasi praktik perekrutan ilegal hingga membantu penyintas memulihkan diri.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatengvox.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tekankan Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter Anak
Harga Cabai Rawit Masih Tinggi di Awal 2026, BPS Catat Tren Mulai Melandai
Kemlu Catat Terobosan Diplomasi Perbatasan 2025, Indonesia Perkuat Stabilitas Kawasan

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:35 WIB

RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:04 WIB

Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:40 WIB

Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terbaru