Jatengvox.com – Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro Tim 5 melaksanakan program kerja berupa penguatan tata kelola administrasi dan transparansi keuangan bagi kelompok kesenian barongan “New Putro Budoyo” di Kelurahan Karangsari, Kabupaten Kendal.
Kegiatan yang berlangsung pada 10 Februari 2026 ini merupakan langkah strategis dalam memodernisasi manajemen organisasi seni lokal melalui sistem yang lebih akuntabel.
Program yang dijalankan oleh mahasiswi Program Studi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan Undip berfokus pada pembenahan manajemen finansial.
Di tengah tantangan pengelolaan organisasi seni tradisional, standarisasi anggaran menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan pementasan serta stabilitas ekonomi kelompok secara internal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi komponen anggaran dan pelatihan teknis penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pementasan “Gebyar Budaya”.
Dalam pelatihan ini, pengurus dan bendahara kelompok diberikan pemahaman mengenai standarisasi harga paket pementasan serta berbagai komponen biaya operasional lainnya.
Upaya ini dilakukan agar setiap arus kas, baik pemasukan maupun pengeluaran, dapat tercatat secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Inovasi utama dalam program ini adalah pembuatan Booklet Transparansi RAB New Putro Budoyo yang berbasis QR Code.
Booklet ini berfungsi sebagai panduan administrasi terpadu yang memuat rincian biaya operasional hingga rekapitulasi saldo.
Dengan adanya QR Code yang terhubung langsung ke formulir spreadsheet digital, bendahara New Putro Budoyo dapat melakukan penginputan data keuangan secara real-time, sehingga meminimalkan risiko ketidakakuratan data pada pencatatan manual.
Manfaat juga dirasakan langsung oleh pengelola kelompok barongan. Samsul, selaku pengasuh kelompok kesenian New Putro Budoyo, merasa terbantu dengan adanya sistem pencatatan yang lebih rapi dan modern.
“Selama ini pencatatan kami masih manual. Dengan adanya booklet panduan dan sistem digital dari mahasiswa Undip, kami menjadi lebih mudah dalam menyusun anggaran pementasan.
Sekarang semuanya jadi lebih jelas, tertata, dan pastinya memudahkan kami dalam mengelola keuangan kelompok,” ujar Samsul.
Melalui penyerahan booklet panduan kepada pengurus New Putro Budoyo, program ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam melestarikan warisan budaya melalui penguatan aspek administratif.
Sinergi antara mahasiswa dan pelaku seni ini menjadi langkah awal dalam menciptakan manajemen kesenian lokal yang lebih teratur, transparan, dan profesional dalam setiap pementasan kesenian barongan New Putro Budoyo.
Penulis : Firsa Adinda Syafira, Mahasiswi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan Universitas Diponegoro
Editor : Murni A














