Jatengvox.com – Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) dari Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja berupa pengadaan mesin asap yang dilengkapi lampu LED berwarna dan distilled water yang dilaksanakan di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal.
Program ini dilaksanakan pada 14 Februari 2026 sebagai bentuk dukungan kepada kesenian barongan Karangsari.
Program pengadaan mesin asap untuk komunitas barongan diawali dengan kegiatan survei kepada pengurus komunitas.
Dari hasil diskusi tersebut, diketahui bahwa mesin asap yang sebelumnya digunakan mengalami kendala sehingga tidak dapat digunakan untuk pertunjukan.
Dalam pementasan barongan sendiri, efek asap memiliki peran penting untuk membangun suasana yang lebih dramatis dan memperkuat karakter pertunjukan.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa menginisiasi pengadaan mesin asap baru yang telah dilengkapi dengan lampu LED berwarna.
Fitur lampu LED ini memungkinkan asap yang dihasilkan memiliki efek cahaya warna-warni sehingga tampilan pertunjukan menjadi lebih atraktif, dinamis, dan meningkatkan daya tarik visual di hadapan penonton.
Selain pengadaan mesin asap, mahasiswa juga memberikan distilled water sebagai bahan pengencer cairan asap.
Penggunaan distilled water bertujuan untuk membantu proses penguapan berjalan lebih stabil serta meminimalkan risiko penyumbatan pada mesin akibat endapan mineral.
Dengan perawatan dan penggunaan cairan yang tepat, mesin asap dapat lebih awet dan performanya tetap terjaga dalam jangka panjang.
Properti tersebut diserahkan secara langsung kepada perwakilan komunitas barongan sebagai bentuk nyata dukungan terhadap keberlangsungan seni tradisional yang berkembang di Kelurahan Karangsari.
Program ini diharapkan menjadi upaya konkret dalam memperkuat pengelolaan kesenian barongan sekaligus meningkatkan kualitas pertunjukan agar tetap diminati masyarakat dan mampu bertahan di tengah pesatnya perkembangan hiburan modern.
Kelompok Kesenian Barongan menyambut baik program ini. “Terima kasih atas mesin asapnya, ini sangat membantu dalam pementasan,” ujar Feri, salah satu anggota pengurus kelompok kesenian Barongan.
Pemanfaatan mesin asap ini sepenuhnya untuk mendukung setiap pementasan barongan agar tampil lebih maksimal, profesional, dan memikat.
Diharapkan dengan adanya dukungan fasilitas ini, semangat komunitas barongan dalam melestarikan kesenian tradisional semakin meningkat, sekaligus mampu menarik minat generasi muda untuk turut serta menjaga keberlangsungan budaya daerah.
Penulis : Radike Zahra Aisya Purdivami, Mahasiswi Teknik Kimia Universitas Diponegoro
Editor : Murni A














