Jatengvox.com – Kesenian Barongan “New Putro Budoyo” mulai memperkuat aspek keselamatan penonton melalui penerapan safety briefing dan checklist pra-pementasan pada awal 2026.
Mahasiswa Teknik Geodesi Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN Tematik Tim 5 memulai program ini sebagai respons terhadap potensi risiko keramaian yang kerap terjadi saat pertunjukan berlangsung, khususnya desak-desakan penonton di area pementasan.
Langkah ini diawali pada Selasa (27/01/2026) melalui kegiatan sowan dan diskusi bersama pihak kesenian. Dalam pertemuan tersebut, pihak pengelola menyampaikan kondisi riil di lapangan.
Pak Samsul selaku pawang Barongan mengungkapkan bahwa kepadatan penonton sering menjadi tantangan tersendiri.
“Saat pementasan berlangsung, masih sering ada desak-desakan penonton akibat keramaian,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi dasar perlunya penguatan tata kelola keselamatan. Pementasan Barongan yang berlangsung di ruang publik memang memiliki karakter dinamis, dengan pergerakan pemain yang agresif, penggunaan properti berukuran besar, serta interaksi langsung dengan penonton.

Tanpa pengelolaan yang baik, kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko seperti penonton terjatuh, terganggunya jalur evakuasi, hingga keterlambatan penanganan saat terjadi keadaan darurat.
Sebagai tindak lanjut, pada Selasa (10/02/2026) dilaksanakan kegiatan edukasi terkait Checklist Pra-Pementasan dan safety briefing kepada pihak “New Putro Budoyo”.
Dalam kegiatan tersebut diserahkan formulir checklist pra-pementasan serta Buku Panduan Keselamatan Penonton sebagai acuan pelaksanaan. Checklist Pra-Pementasan dirancang sebagai dokumen pemeriksaan kesiapan sebelum pertunjukan dimulai.
Dokumen ini mencakup empat komponen utama, yakni informasi evakuasi, manajemen kerumunan, kesiapan tanggap darurat, serta komunikasi dan koordinasi.
Melalui checklist ini, panitia dapat memastikan ketersediaan jalur evakuasi, pengaturan batas area penonton dan pemain, kesiapan perlengkapan P3K, serta kejelasan struktur komando selama pertunjukan berlangsung.
Selain itu, safety briefing diperkenalkan sebagai penyampaian informasi keselamatan secara singkat sebelum pementasan dimulai.
Informasi yang disampaikan meliputi area yang boleh dan tidak boleh dimasuki penonton, lokasi jalur evakuasi dan titik kumpul, imbauan menjaga jarak aman dari pemain, serta arahan mengikuti petugas apabila terjadi kondisi darurat.
Penyampaian dilakukan secara lisan melalui pengeras suara dengan durasi singkat dan bahasa yang mudah dipahami.
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran penonton terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain, sekaligus membantu pelaku seni membangun sistem pertunjukan yang lebih tertib dan profesional.
Meski demikian, terdapat tantangan dalam penerapannya, terutama karena prosedur keselamatan belum menjadi kebiasaan dalam pementasan tradisional dan adanya keterbatasan waktu persiapan.
Kedepannya, penerapan checklist dan safety briefing diharapkan dapat dilakukan secara konsisten sebelum setiap pertunjukan.
Dengan penguatan tata kelola keselamatan ini, pementasan Barongan tidak hanya tetap lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu berlangsung secara aman, tertib, dan bertanggung jawab di tengah antusiasme masyarakat yang tinggi.
Penulis : Gabriela Nazaret Hutagaol, Mahasiswi Teknik Geodesi Universitas Diponegoro
Editor : Murni A














