Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Ketersediaan air masih menjadi penentu utama nasib petani. Ketika hujan tak lagi turun dan kemarau datang lebih panjang, sawah-sawah pun terancam kering.

Untuk menjawab persoalan itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan Embung Plosorejo di Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Rabu (4/3/2026).

Embung tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan air irigasi bagi sekitar 50 hektare lahan pertanian di sekitarnya.

Dengan suplai air yang lebih terjaga, para petani berpeluang meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun.

Dalam sambutannya, Luthfi menegaskan bahwa air adalah faktor paling mendasar dalam sektor pertanian. Tanpa pasokan air yang cukup, upaya meningkatkan produksi pangan akan sulit tercapai.

Baca juga:  Sentuhan Teknik Mesin dalam Seni Tradisi: Mahasiswa KKN Undip Remajakan Rangka Dhawangan Barongan di Karangsari

“Dalam pertanian itu kuncinya air. Wong menanam itu kuncinya banyu. Karena itu kita bangun embung untuk menampung air hujan, supaya saat kemarau masih bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika. Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan pola cuaca membuat musim kemarau kerap berlangsung lebih panjang.

Kondisi ini berdampak langsung pada produktivitas pertanian, terutama di daerah yang masih mengandalkan tadah hujan.

Embung Plosorejo dibangun sebagai solusi jangka menengah untuk menampung air hujan, yang kemudian dapat dimanfaatkan saat debit air alami menurun.

Pembangunan embung ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan.

Baca juga:  Prabowo Tegaskan Tindak Tegas Aksi Makar, Soroti Mafia Hingga Korupsi

Selain berfungsi sebagai penyedia air irigasi, embung juga berperan sebagai sumber air baku bagi masyarakat sekitar.

Embung Plosorejo menjadi embung ketiga yang diresmikan pada awal 2026. Sebelumnya, pemerintah provinsi telah meresmikan Embung Karangjati di Kabupaten Blora dan Embung Geblog di Kabupaten Temanggung.

Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperluas infrastruktur pendukung pertanian, terutama di wilayah-wilayah yang rentan kekurangan air saat musim kemarau.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa pembangunan Embung Plosorejo merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat yang telah disampaikan sejak 2018.

Baca juga:  BP Tapera Optimis Target 350 Ribu Rumah Subsidi Tercapai Akhir 2025

Menurutnya, embung ini dirancang untuk mendukung kebutuhan air baku dan irigasi, khususnya saat musim kemarau, sekaligus mendukung program swasembada pangan yang terus didorong pemerintah.

Secara teknis, pembangunan embung menggunakan anggaran APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp4,28 miliar.

Proyek tersebut dikerjakan selama 189 hari kalender, mulai 24 Juni hingga 29 Desember 2025.

Embung ini memiliki kapasitas tampungan sekitar 25.145 meter kubik, dengan luas genangan kurang lebih 9.170 meter persegi dan ketinggian muka air mencapai empat meter.

Sumber air utama berasal dari air hujan, sementara distribusi irigasi dilakukan menggunakan sistem pompa.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa
AHY Dorong Percepatan Internet di Daerah 3T, Targetkan Pemerataan Digital hingga Perbatasan

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru