Jatengvox.com – Program pengabdian kepada masyarakat berupa penyusunan dan sosialisasi manajemen perawatan mesin produksi pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang pangan dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro, Faiza Nabila Rasyid dari Program Studi Teknik Mesin.
Program ini menyasar usaha “Dimsum Pempek Mr. Kus” serta produksi pizza “Hawai Pizza” yang menggunakan oven sebagai peralatan utama dalam proses produksi.
Dalam kegiatan produksi sehari-hari, mesin pengaduk, mesin pemipih adonan, dan oven bekerja dalam intensitas tinggi.
Mesin pengaduk dan pemipih bersentuhan langsung dengan adonan, sementara oven beroperasi pada suhu tinggi serta terpapar sisa keju, saus, minyak, dan remah adonan.
Tanpa perawatan yang tepat, kondisi tersebut berisiko menyebabkan penumpukan kerak, korosi, gangguan distribusi panas, hingga kerusakan komponen yang dapat menghambat proses produksi.
Melihat kondisi tersebut, Faiza menyusun booklet panduan manajemen perawatan yang dirancang secara sistematis dan mudah dipahami oleh pelaku usaha.
Panduan tersebut memuat langkah-langkah perawatan setelah penggunaan, perawatan rutin, perawatan berkala, serta prosedur keselamatan kerja.
Pada mesin pengaduk dan pemipih, perawatan meliputi pembersihan sisa adonan, pemeriksaan baut dan sambungan, pelumasan bagian bergerak, serta pengecekan motor dan roller.
Sementara itu, pada oven dilakukan pembersihan ruang pemanggangan, pemeriksaan ventilasi dan elemen pemanas, pengecekan thermostat, serta uji kestabilan suhu untuk memastikan kematangan produk tetap merata.
Program ini mendapat respons positif dari pihak mitra. Pemilik Hawai Pizza menyampaikan, “Program ini sangat bermanfaat dan saya mengucapkan terima kasih atas pendampingan yang telah diberikan. Panduan ini membantu saya memahami langkah awal yang dapat dilakukan ketika terjadi kegagalan pada oven, sehingga kerusakan dapat dicegah sejak dini. Selain itu, booklet ini juga senang saya baca di sela-sela waktu luang karena dapat menambah wawasan terkait perawatan alat produksi.”
Sementara itu, pemilik Dimsum Pempek Mr. Kus juga menyampaikan apresiasinya terhadap program yang dilaksanakan.
Ia menyatakan, “Saya berterima kasih atas booklet manajemen perawatan yang telah diberikan. Saya berharap panduan ini dapat membantu dalam menjaga kondisi mesin sehingga proses produksi dapat berjalan lebih lancar dan optimal.”

Program ini dilaksanakan melalui tahapan observasi kebutuhan mitra, penyusunan materi berdasarkan kondisi lapangan, serta penyampaian edukasi secara langsung di lokasi usaha.
Pendekatan ini memungkinkan pelaku UMKM memahami secara praktis langkah-langkah perawatan yang dapat diterapkan secara mandiri.
Melalui implementasi manajemen perawatan yang konsisten, pelaku UMKM diharapkan mampu meminimalkan risiko kerusakan mendadak, menekan biaya servis, serta menjaga kualitas produk tetap stabil.
Upaya sederhana namun terencana ini menjadi langkah konkret dalam mendukung efisiensi produksi dan keberlanjutan usaha UMKM di tengah persaingan industri pangan yang semakin kompetitif.
Penulis : Faiza Nabila Rasyid
Editor : Murni A














