Jatengvox.com – Mahasiswi Teknik Sipil Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN Tematik Tim 5 melaksanakan program kerja inovatif berupa pembuatan lubang resapan biopori di area TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle) di Kelurahan Karangsari, Kendal.
Program ini disusun sebagai solusi teknis untuk mengatasi genangan air sekaligus mengelola sampah organik di lokasi tersebut.
Proses kegiatan diawali pada Senin (02/02/2026) melalui koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.
Koordinasi ini dilakukan untuk menyesuaikan program kerja mahasiswa dengan kebijakan pengelolaan lingkungan daerah.
Selanjutnya, koordinasi dilanjutkan pada Kamis (05/02/2026) melalui diskusi bersama Pak Nandar selaku pengelola TPS3R.
Dalam diskusi tersebut, dilakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi yang sering terjadi genangan terutama ketika curah hujan meningkat.
Puncak kegiatan program dilaksanakan pada Rabu (11/02/2026). Mahasiswi Teknik Sipil Undip melaksanakan pembuatan lubang biopori di dua lokasi utama genangan.
Selain pembuatan lubang, kegiatan ini juga mencakup edukasi perawatan kepada pengelola agar fungsi biopori terpelihara dalam jangka panjang.
Dalam penerapan ilmu Teknik Sipil, terdapat penyesuaian teknis di lokasi. Pembuatan lubang yang direncanakan sampai kedalaman 100 cm harus diubah menjadi 55 cm.
Perubahan ini disebabkan oleh kondisi elevasi Muka Air Tanah (MAT) yang cukup tinggi di area TPS3R.
Langkah ini juga diambil untuk memastikan lubang resapan biopori dapat berperan sebagai sarana peresapan dan tidak terendam oleh air tanah secara permanen, yang justru dapat mengurangi efektivitasnya.

Inovasi ini memperoleh tanggapan yang baik dari pengelola. Pak Nandar mengungkapkan bahwa dukungan ini sangat bermanfaat bagi TPS3R Karangsari.
“Kami sangat berterimakasih kepada Tim KKN-T Undip. Dengan adanya biopori ini tidak hanya membantu mengurangi genangan di area ini tapi juga membantu menekan volume sampah organik di TPS3R. Sampah daun kering dan sayuran yang dimasukkan ke lubang biopori nantinya akan dipanen sebagai pupuk kompos,” ungkap Pak Nandar.
Dengan suksesnya program ini, mahasiswi Teknik Sipil Undip membuktikan bahwa penerapan ilmu teknik di lapangan sangat dinamis dan memerlukan kreativitas dalam mengatasi kendala lingkungan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Penulis : Dwi Rizki Fandillah, Mahasiswi Teknik Sipil Universitas Diponegoro
Editor : Murni A














