Jatengvox.com – Gerakan Jawa Tengah Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) tak berhenti pada slogan. Program yang digagas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, itu terus bergerak melalui aksi-aksi konkret di lapangan.
Salah satunya terlihat pada Jumat (27/2/2026), saat para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah kompak menggelar Gerakan Resik-Resik Kantor.
Sejak pagi, halaman Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan Nomor 9 Semarang tampak lebih ramai dari biasanya. Bukan karena agenda rapat besar, melainkan karena puluhan ASN membawa sapu, cangkul, dan peralatan kebersihan untuk membersihkan lingkungan kerja mereka sendiri.
Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. Usai apel, para ASN langsung bergerak menyisir berbagai sudut kantor—mulai dari halaman depan, trotoar, selokan, hingga area samping dan belakang kantor.
Sumarno tak sekadar memberi arahan. Ia turun langsung menyusuri selokan di sepanjang trotoar Jalan Pahlawan. Dengan tangan sendiri, ia memungut sampah berupa kabel bekas, plastik, hingga rumput liar yang menyumbat aliran air.
Pemandangan itu menjadi simbol bahwa gerakan kebersihan bukan hanya instruksi administratif, tetapi teladan nyata dari pimpinan.
Tak berhenti pada pembersihan, Sumarno juga meminta jajarannya segera memperbaiki lantai trotoar yang pecah-pecah agar tidak membahayakan pejalan kaki.
Baginya, kebersihan dan kerapian lingkungan harus berjalan beriringan dengan aspek keselamatan.
Dalam kesempatan tersebut, Sumarno menegaskan bahwa peran ASN tidak berhenti di dalam kantor. Mereka didorong menjadi duta pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
“Kami mohon bantuan panjenengan semua, bisa menjadi duta-duta pengelolaan sampah, menjadi ujung tombak yang peduli mengelola sampah dengan baik,” ujarnya.
Pesan itu bukan tanpa alasan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ingin membangun budaya baru, di mana pengelolaan sampah menjadi bagian dari kesadaran kolektif, bukan sekadar kegiatan seremonial.
ASN diharapkan menjadi contoh, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
Sumarno juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya kewajiban sebagai aparatur negara, tetapi juga sebagai insan yang beriman.
Ia menyinggung dampak nyata dari kebiasaan membuang sampah sembarangan—mulai dari saluran tersumbat hingga banjir yang merugikan banyak pihak.
“Dengan membuang sampah sembarangan, kita panen dosa karena membuat orang lain menderita tanpa kita sadari,” katanya.
Pernyataan itu menjadi refleksi bahwa persoalan sampah bukan hanya isu teknis, melainkan juga persoalan moral dan tanggung jawab sosial.
Editor : Murni A














