Embung Geblog Resmi Dimanfaatkan, Petani Kaloran Tak Lagi Pikul Air Saat Kemarau

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Puluhan petani di Desa Geblog, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, akhirnya bisa bernapas lega. Setelah diusulkan sejak 2019 dan melalui proses penantian panjang, Embung Geblog kini resmi dimanfaatkan pada 2026.

Keberadaan embung ini menjadi jawaban atas persoalan klasik yang selama bertahun-tahun menghantui para petani: krisis air saat musim kemarau.

Bagi warga Geblog, embung bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah simbol harapan yang akhirnya terwujud.

Kepala Desa Geblog, Utomo, menceritakan bagaimana beratnya perjuangan petani ketika musim kemarau tiba. Wilayahnya dikenal sebagai daerah tanah kering.

Ratusan hektare lahan perkebunan kerap kekurangan air, terutama saat curah hujan menurun drastis.

Baca juga:  KKN MIT 20 Gelar Posyandu Remaja di Kemitir, Fokus pada Kesehatan Generasi Muda

“Dulu kalau kemarau, petani harus mengambil air dari bawah. Ada yang dipikul, ada yang pakai motor bahkan mobil. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer,” ujarnya saat ditemui, Senin (23/2/2026).

Air diangkut menggunakan jeriken, lalu ditampung dalam tandon berkapasitas sekitar 500 liter. Dari tandon itulah air digunakan untuk menyiram tanaman sedikit demi sedikit. Biaya bensin dan tenaga menjadi beban tambahan yang tak terhindarkan.

Kini situasinya berubah. Embung Geblog yang dilengkapi pompa dan toren penahan memungkinkan air dialirkan langsung ke lahan perkebunan. Proses distribusi air menjadi jauh lebih efisien dan tidak lagi menguras tenaga.

Baca juga:  Dari Alam Jadi Karya: KKN MB Posko 03 Perkenalkan Ecoprint di Desa Cepokomulyo

Tanaman kopi, durian, alpukat, hingga pisang yang menjadi andalan warga bisa disiram lebih rutin dan terkontrol saat kemarau datang.

Ketua Kelompok Tani Wahyu Mulya, Suyadi Suryaputra, menyebut sedikitnya 60 petani tergabung dalam kelompoknya, dengan sekitar 30 hektare lahan berada di sekitar embung.

Ia tak menampik, sebelum embung dibangun, ancaman gagal panen menjadi momok yang berulang setiap tahun.

“Dulu sering ada tanaman layu, bahkan gagal panen karena kekurangan air, terutama durian dan alpukat. Sekarang petani senang sekali, karena ini sudah lama dinanti,” kata pria 68 tahun itu.

Baca juga:  Pemprov Jateng Dorong Kolaborasi Lintas Daerah untuk Percepatan PSEL

Menurutnya, kekurangan air bukan hanya membuat tanaman kering, tetapi juga mengganggu proses pembungaan. Akibatnya, buah gagal berkembang optimal.

Dengan pasokan air yang lebih terjamin, produktivitas diharapkan meningkat dan kualitas hasil panen lebih stabil.

Petani kopi robusta, Jarwoko, juga merasakan manfaat serupa. Ia mengatakan embung yang telah diresmikan Gubernur Jawa Tengah ini sangat membantu distribusi air di ladang-ladang kering.

“Untuk pertanian kalau musim kemarau, embung bisa digunakan untuk mendistribusi air, mengairi kocoran pepohonan di ladang-ladang kering,” ungkapnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Target Pertumbuhan 6 Persen di Awal 2026, Pemerintah Andalkan Belanja Negara Rp 809 Triliun
Komisi VIII DPR RI Dorong UIN Raden Mas Said Surakarta Buka Fakultas Kedokteran, Siap Kawal Izin hingga Pusat
Mahasiswa Magang Ilmu Perpustakaan dan Informasi Hadirkan Buku Panduan Mandiri Bagi Pemustaka Digital Library Sekolah Vokasi Undip
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Undip Ciptakan Inovasi Display Bookflix dan Program Donasi Buku di Perpustakaan FSM Undip
PTKI Kemenag Dorong Transparansi PTKIN, Targetkan Seluruh Kampus Informatif pada 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Kemenag dan DPR Ajak Umat Jaga Persatuan
Mahasiswa KKN UPGRIS Gaungkan SAFE-IN di Desa Leyangan, Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bahaya Kebakaran
Gaji PPPK Paruh Waktu 2026: Skema Upah, Masa Kontrak yang Perlu Anda Ketahui

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:22 WIB

Embung Geblog Resmi Dimanfaatkan, Petani Kaloran Tak Lagi Pikul Air Saat Kemarau

Senin, 23 Februari 2026 - 09:36 WIB

Target Pertumbuhan 6 Persen di Awal 2026, Pemerintah Andalkan Belanja Negara Rp 809 Triliun

Minggu, 22 Februari 2026 - 08:37 WIB

Komisi VIII DPR RI Dorong UIN Raden Mas Said Surakarta Buka Fakultas Kedokteran, Siap Kawal Izin hingga Pusat

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:02 WIB

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Undip Ciptakan Inovasi Display Bookflix dan Program Donasi Buku di Perpustakaan FSM Undip

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:55 WIB

PTKI Kemenag Dorong Transparansi PTKIN, Targetkan Seluruh Kampus Informatif pada 2026

Berita Terbaru