Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) 21 UIN Walisongo Semarang melalui Divisi Ekonomi Kreatif melaksanakan program pendampingan pemasaran digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Limpung.
Program ini bertujuan mendorong modernisasi tata kelola usaha lokal agar tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Program pendampingan ini merupakan bentuk sinergi nyata antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendukung digitalisasi ekonomi desa.
Kegiatan ini diawali dengan observasi lapangan yang menunjukkan bahwa mayoritas pedagang tradisional masih mengandalkan transaksi konvensional.
Kurangnya pemahaman serta akses terhadap metode pembayaran nontunai khususnya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan usaha mereka.
Cara memastikan edukasi berjalan efektif, kegiatan pendampingan dilakukan dengan metode door-to-door.
Tim KKN membagi personel menjadi tiga kelompok strategis yang menyisir tiga wilayah berbeda secara serentak.
Pendekatan ini dipilih agar mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan pedagang memberikan tutorial penggunaan aplikasi secara personal, serta membantu proses pendaftaran layanan pembayaran digital di tempat tanpa mengganggu aktivitas jual beli.
Salah satu pedagang yang dikunjungi menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam memahami sistem pembayaran digital yang selama ini dirasa rumit.
“Sangat membantu dengan zaman sekarang yang serba digital dan banyak yang menanyakan pembayaran lewat QRIS. Semoga bisa menjadi manfaat bersama,” ujar salah satu pedagang.
Apresiasi juga disampaikan oleh pedagang risol setempat, Bu Ita yang merasa terbantu dengan pendampingan mahasiswa KKN.
“Saya sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah membantu mendaftarkan QRIS. Sekarang pembeli bisa bayar lebih mudah dan saya juga jadi lebih paham teknologi,” ungkapnya.
Program pendampingan ini tidak hanya bertujuan memperluas jangkauan pasar pedagang, tetapi juga meningkatkan efisiensi transaksi serta membantu pelaku UMKM mencatat keuangan secara lebih rapi dan aman.
Digitalisasi pembayaran diharapkan mampu menarik minat konsumen khususnya generasi muda yang kini lebih gemar bertransaksi secara digital.
Pada program ini, mahasiswa KKN MIT-21 UIN Walisongo Semarang menunjukkan peran aktif dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa inovasi digital dapat diterapkan hingga tingkat desa melalui peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
Hal ini diharapkan para pedagang dapat terus konsisten menggunakan sistem pembayaran digital setelah masa KKN berakhir sehingga UMKM di Limpung semakin berkembang, modern dan berdaya saing.
Editor : Murni A














