Target Pertumbuhan 6 Persen di Awal 2026, Pemerintah Andalkan Belanja Negara Rp 809 Triliun

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah mematok target ambisius pada awal 2026. Pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I diproyeksikan bisa menembus angka 6 persen, didorong oleh belanja negara yang digelontorkan secara agresif sejak Januari.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers APBN di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Ia menyebutkan, ruang fiskal yang tersedia pada tiga bulan pertama tahun ini cukup besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kuartal I-2026 itu 5,5 sampai 6 persen. Kita akan dorong ke arah 6 persen dan pemerintah memastikan belanja negara optimal,” ujar Purbaya.

Pada kuartal pertama 2026, pemerintah menyiapkan belanja negara mencapai Rp 809 triliun.

Baca juga:  PTPP Tegaskan Kesiapan Percepat Pembangunan Hunian Layak di Kawasan Senen

Angka ini dinilai cukup signifikan untuk menjaga momentum pertumbuhan, terutama di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

Strateginya jelas: mempercepat realisasi belanja sejak awal tahun agar dampaknya langsung terasa ke sektor riil.

Pemerintah ingin memastikan likuiditas mengalir, konsumsi rumah tangga tetap kuat, dan proyek-proyek strategis tidak tertunda.

Beberapa pos belanja utama yang dipercepat antara lain:

Percepatan program MBG senilai Rp 62 triliun

Pembayaran THR ASN/TNI/Polri sebesar Rp 55 triliun

Rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatera Rp 6 triliun

Paket stimulus jelang Lebaran 2026 Rp 15 triliun

Pembangunan KDMP 30 unit senilai Rp 90 triliun

Program pembangunan rumah 190 unit Rp 20 triliun

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 21 Kenalkan Seni Ecoprint Berbasis Lingkungan kepada Siswa MI Ma’arif Desa Gogik

Groundbreaking proyek hilirisasi Danantara senilai US$ 7 miliar atau sekitar Rp 110 triliun

Belanja yang besar pada awal tahun diharapkan memberi efek berganda (multiplier effect), terutama pada sektor konstruksi, industri bahan bangunan, konsumsi rumah tangga, hingga UMKM.

Momentum Ramadan dan Idulfitri menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menjaga stabilitas pertumbuhan.

Selain stimulus fiskal, kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga disebut akan mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.

Paket stimulus Rp 15 triliun yang disiapkan menjelang Lebaran diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah kebutuhan konsumsi yang biasanya meningkat pada periode tersebut.

Pembayaran THR bagi ASN, TNI, dan Polri senilai Rp 55 triliun pun berpotensi menjadi suntikan likuiditas langsung ke pasar.

Baca juga:  SI Expo Connect 2025 Dorong Sinergi UMKM dan Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Umat

Pola konsumsi yang meningkat pada momen hari raya kerap menjadi penopang pertumbuhan kuartal pertama.

Di luar konsumsi, pemerintah juga menaruh perhatian pada penguatan struktur ekonomi jangka panjang.

Dana rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatera sebesar Rp 6 triliun tidak hanya ditujukan untuk pemulihan wilayah terdampak, tetapi juga untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Sementara itu, proyek hilirisasi Danantara senilai sekitar Rp 110 triliun menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin mempercepat transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Hilirisasi dinilai strategis untuk meningkatkan daya saing, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat neraca perdagangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia
Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up
Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%
Dari Rollerblade hingga Kairo: Bagaimana 13 Anak di Rumah Singgah Menginspirasi Gerakan Sosial Baru Smart Salary
Tempat para pelari lahir, berkumpul, dan berkembang. “ALPEN RUN,” sebuah merek komunitas lari baru yang diluncurkan oleh Alpen, akan membuka toko pertamanya di Taman Meiji Metropolitan Tokyo pada hari Jumat, 24 April.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:03 WIB

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan

Senin, 20 April 2026 - 13:03 WIB

Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 12:03 WIB

Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up

Berita Terbaru