UMKM Desa Leyangan Siap Naik Kelas, KKN UPGRIS Hadirkan Sosialisasi Branding dan Legalitas Produk

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Program Desa (Prodes) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menghadirkan Sosialisasi Penguatan Produk UMKM Desa dengan mengusung tema “Bersama Warga Membangun Nilai Produk Desa”.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Desa Leyangan melalui pemahaman tentang branding produk, sertifikasi halal, dan perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).

Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Balai RT 02 RW 08 Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sosialisasi ini menyasar para pelaku UMKM Desa Leyangan yang selama ini memiliki potensi produk unggulan, namun sebagian di antaranya belum memiliki identitas merek yang kuat serta legalitas usaha seperti logo halal dan P-IRT.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dorong Inovasi Lokal, Teh Biji Alpukat Jadi Produk Unggulan Baru Desa Salamsari

Sosialisasi dipaparkan langsung oleh Ibu Erna Rohayati selaku narasumber Prodes. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pengembangan produk yang terstruktur, mulai dari penentuan merek (branding), desain logo yang menarik dan informatif, hingga tahapan pengurusan sertifikasi halal dan izin P-IRT agar produk layak dipasarkan secara lebih luas, termasuk ke pasar modern.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya produk UMKM Desa Leyangan yang memiliki kualitas baik, tetapi belum didukung dengan strategi pemasaran dan legalitas yang memadai.

Padahal, penguatan aspek tersebut menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk serta memperluas jangkauan pasar.

Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM diharapkan mampu memahami standar pengembangan produk yang sesuai dengan ketentuan serta memiliki daya saing yang lebih kuat.

Baca juga:  Penerjunan Mahasiswa KKN Kelompok 38 UPGRIS 2025 di Desa Watuagung Resmi Dimulai

Mahasiswa KKN UPGRIS turut berperan aktif dalam mendampingi jalannya kegiatan. Salah satu mahasiswa KKN UPGRIS, Zuhaili Nur Hidayat, menyampaikan bahwa pemahaman mengenai branding, sertifikasi halal, dan P-IRT sangat penting agar pelaku UMKM dapat meningkatkan nilai jual produknya.

Ia menekankan bahwa legalitas dan identitas produk bukan hanya formalitas, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kepercayaan konsumen.

Tanggapan positif disampaikan oleh Ibu Erna selaku peserta Prodes sekaligus pelaku UMKM. Ia menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu UMKM yang masih memiliki omzet kecil agar dapat berkembang dan naik kelas.

Menurutnya, program semacam ini diharapkan tidak berhenti di Desa Leyangan saja, melainkan dapat diterapkan pula di desa-desa lain. Ia juga berharap berbagai program pemberdayaan desa yang bermanfaat dapat terus dilanjutkan.

Baca juga:  Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Beragama Gerakkan Kesadaran Merawat Alam

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum TP PKK Desa Leyangan, Ibu Dian Suryanto, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini memberikan pemahaman yang lebih jelas terkait langkah-langkah pengurusan izin usaha bagi UMKM yang belum memiliki legalitas.

Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN dan berharap UMKM Desa Leyangan semakin maju, kreatif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Melalui kegiatan Prodes ini, mahasiswa KKN UPGRIS tidak hanya menghadirkan edukasi, tetapi juga membangun semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.

Sosialisasi penguatan produk UMKM ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan serta menjadikan produk Desa Leyangan semakin bernilai dan kompetitif.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Perbedaan WF vs H Beam untuk Gudang & Pabrik: Mana Lebih Hemat Jangka Panjang?
Kartini Masa Kini di Industri Hospitality: Perempuan di Balik Topotels Hotels & Resorts
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Rawamangun Tampil Anggun Berkebaya
Menteri Pariwisata Tinjau Pengembangan Danau Toba di Samosir
Webinar Telkom AI Center, From Prompt to Motion: Revolusi Baru dalam Pembuatan Konten Video Berbasis AI
Sambut Hari Kartini, PAM JAYA dan TP PKK Bagi Toren Air Gratis kepada Para Ibu Pejuang Keluarga
Kartini di Lintas Rel: Petugas LRT Jabodebek Berkebaya, Ajak Masyarakat Rayakan Emansipasi di Transportasi Publik
Semarak Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Pantai Indah Kapuk Tampil Elegan dengan Kebaya Merah

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 16:03 WIB

Perbedaan WF vs H Beam untuk Gudang & Pabrik: Mana Lebih Hemat Jangka Panjang?

Selasa, 21 April 2026 - 16:03 WIB

Kartini Masa Kini di Industri Hospitality: Perempuan di Balik Topotels Hotels & Resorts

Selasa, 21 April 2026 - 15:03 WIB

Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Rawamangun Tampil Anggun Berkebaya

Selasa, 21 April 2026 - 14:03 WIB

Menteri Pariwisata Tinjau Pengembangan Danau Toba di Samosir

Selasa, 21 April 2026 - 14:03 WIB

Webinar Telkom AI Center, From Prompt to Motion: Revolusi Baru dalam Pembuatan Konten Video Berbasis AI

Berita Terbaru