Wagub Jateng Soroti Peran Mahasiswa dalam Inovasi Lingkungan Berkelanjutan

waktu baca 3 menit
Selasa, 10 Feb 2026 08:07 18 jatengvox

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan sosial kemasyarakatan di daerah.

Mahasiswa dinilai bukan sekadar agen perubahan dalam wacana, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat memberikan keynote speech pada acara Pelantikan dan Stadium Generale Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Senin (9/2/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menekankan bahwa pemerintah membutuhkan keterlibatan generasi muda, khususnya mahasiswa yang saat ini dipercaya memimpin organisasi kemahasiswaan.

Menurut Gus Yasin, aktivitas organisasi mahasiswa seharusnya tidak berhenti pada rutinitas internal kampus.

Organisasi seperti Dema justru diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan segar yang relevan dengan persoalan riil di tengah masyarakat.

Baca juga:  Peningkatan Kesadaran Penggunaan Alat dan Bahan Rias yang Aman dalam Seni Barongan di Kelurahan Karangsari

“Pemerintah tentu membutuhkan adik-adik mahasiswa, terutama yang saat ini memimpin organisasi kemahasiswaan. Dari sanalah ide dan solusi bisa lahir,” ujarnya.

Ia menilai, mahasiswa memiliki keunggulan dalam hal daya kritis, idealisme, serta kemampuan membaca persoalan dari sudut pandang yang lebih segar.

Potensi tersebut akan sia-sia jika tidak diarahkan untuk menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Dalam pemaparannya, Gus Yasin juga menyoroti struktur organisasi Dema yang dinilainya mirip dengan sistem pemerintahan.

Mulai dari pembagian bidang, mekanisme pengambilan keputusan, hingga dinamika kepemimpinan, semuanya menjadi latihan awal sebelum terjun ke kehidupan bermasyarakat yang sesungguhnya.

Baca juga:  Di Balik Khusyuknya Semana Santa, Polda NTT Turunkan 3.227 Personel untuk Menjaga dengan Sepenuh Hati

“Struktur organisasi eksekutif mahasiswa itu sejatinya miniatur pemerintahan. Di situlah adik-adik belajar memimpin, mengambil keputusan, dan mengelola perbedaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengalaman berorganisasi merupakan modal penting bagi mahasiswa yang kelak akan terlibat dalam berbagai sektor, termasuk pemerintahan daerah.

Dinamika yang dihadapi di organisasi mahasiswa tidak jauh berbeda dengan tantangan yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Semua harus berjalan atas dasar kesepakatan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok,” lanjut Gus Yasin.

Selain isu sosial dan kepemimpinan, Wagub Jawa Tengah juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga:  Belajar Bahasa Inggris Jadi Asyik, Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar English Day di Dusun Karanganyar

Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan tidak bisa dilepaskan dari isu keberlanjutan dan ekologi.

“Inovasi hari ini adalah tentang lingkungan. Bagaimana kita memanfaatkan bumi tanpa merusak ekosistem,” ujarnya.

Ia mendorong mahasiswa untuk menghadirkan pendekatan-pendekatan baru yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan alam.

Baginya, manusia seharusnya hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sumber masalah bagi lingkungan.

Gus Yasin berharap, mahasiswa UIN Walisongo yang aktif di Dema mampu menjadikan organisasi sebagai ruang pembelajaran yang utuh—baik secara intelektual, sosial, maupun moral.

Pengalaman tersebut diyakini akan membentuk karakter kepemimpinan yang dibutuhkan di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

“Berbagai persoalan di masyarakat membutuhkan inovasi. Dan inovasi itu lahir dari keberanian berpikir, berdiskusi, serta bekerja bersama,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA