Pemerintah Pastikan Arus Nataru Aman dan Ramah Perempuan, Antisipasi Cuaca Ekstrem Jadi Fokus

waktu baca 2 menit
Rabu, 24 Des 2025 12:16 10 jatengvox

Jatengvox.com – Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan perjalanan masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) berlangsung aman, nyaman, dan terkendali.

Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada kelancaran lalu lintas dan transportasi, tetapi juga pada aspek perlindungan kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak.

Hal itu disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, saat meninjau langsung arus mudik dan balik Nataru di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Dalam kunjungannya, Arifah menegaskan bahwa pemerintah berupaya mengantisipasi berbagai potensi persoalan yang kerap muncul saat periode libur panjang, mulai dari kepadatan penumpang hingga kemacetan, khususnya pada kendaraan pribadi.

“Kami memastikan dari pemerintah agar para pemudik perjalanannya lancar, aman, nyaman, tidak ada penumpukan penumpang, dan tidak terjadi kemacetan. Terutama bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Arifah.

Menurutnya, lonjakan mobilitas masyarakat saat Nataru merupakan agenda rutin tahunan yang membutuhkan kesiapan matang, baik dari sisi infrastruktur, pelayanan transportasi, maupun koordinasi antarinstansi.

Baca juga:  Dari Toko Sparepart ke Precision Parts Sourcing: Transformasi Bisnis Otomotif di Era Digital

Selain meninjau arus penumpang, Menteri PPPA juga mengapresiasi berbagai fasilitas yang disediakan PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang dinilai semakin responsif terhadap kebutuhan perempuan.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah fitur pemilihan tempat duduk khusus bagi penumpang perempuan, sehingga memungkinkan mereka duduk bersebelahan dengan sesama perempuan.

“Ini sangat responsif gender dan ramah perempuan. Fitur ini menjadi solusi agar perempuan merasa lebih nyaman, apalagi perjalanan kereta api banyak dilakukan pada malam hari, sehingga potensi risiko bisa diantisipasi sejak awal,” kata Arifah.

Baca juga:  Ekspansi Ekonomi Indonesia yang Pesat Mendorong Permintaan akan Kepemimpinan Eksekutif yang Berpengalaman

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan ruang publik yang aman dan inklusif, khususnya di sektor transportasi massal.

Tak hanya soal tempat duduk, Arifah juga menyoroti keberadaan ruang laktasi di stasiun dan kereta api yang dinilai sangat membantu ibu menyusui selama perjalanan.

“Ruang laktasi yang disediakan sangat nyaman dan mendukung kebutuhan perempuan. Ini penting agar ibu menyusui tetap merasa aman dan terlindungi saat bepergian,” ujarnya.

Selain itu, ia mengapresiasi tersedianya kanal pelaporan bagi penumpang apabila mengalami atau menyaksikan kejadian yang tidak diinginkan.

Baca juga:  PPM UIN Salatiga Gelar Sosialisasi Pembuatan Briket dari Kulit Kopi di Desa Kemambang

Ke depan, Arifah mendorong agar informasi terkait rasa aman dan mekanisme pelaporan tersebut semakin diperkuat melalui pengumuman dan media informasi di area stasiun maupun di dalam kereta.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA