IMIP Dorong Transisi Energi Industri, Tegaskan Komitmen Net Zero Emission 2060

waktu baca 3 menit
Minggu, 21 Des 2025 08:25 13 jatengvox

Jatengvox.com – Kawasan industri nikel terbesar di Indonesia, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), menegaskan keseriusannya mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Komitmen ini tidak berhenti pada pernyataan, tetapi dijalankan melalui strategi pengurangan emisi yang terukur, penerapan teknologi bersih, serta program kompensasi lingkungan jangka panjang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari peta jalan CSR–Environmental IMIP 2030, yang mengikat seluruh tenant di kawasan industri Morowali untuk bertransformasi menuju sistem produksi yang lebih efisien dan rendah karbon.

Manajemen IMIP menekankan bahwa seluruh tenant memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendukung agenda transisi energi.

Mulai dari pemilihan teknologi produksi, efisiensi operasional, hingga pengendalian emisi harus mengikuti standar internal yang telah ditetapkan kawasan.

“Semua tenant wajib mematuhi kebijakan transisi energi dan pengurangan emisi internal. Kontribusinya harus nyata dan selaras dengan target penurunan emisi nasional,” ujar Yundi Sobur, perwakilan manajemen IMIP.

Baca juga:  H1 & H2 Lebaran 2026 Pengguna LRT Jabodebek Melonjak Hingga 79 Persen

Pendekatan ini mendorong perubahan menyeluruh di level industri, bukan sekadar upaya simbolis. IMIP menargetkan agar setiap unit usaha mampu mengurangi ketergantungan pada energi primer berbasis fosil.

Sejumlah tenant telah mengadopsi teknologi kogenerasi, yakni pemanfaatan limbah panas dari proses produksi untuk menghasilkan listrik. Teknologi ini dinilai efektif karena mampu menekan konsumsi energi primer secara signifikan.

Salah satu tenant, PT Huayue Nickel Cobalt, memanfaatkan uap bertekanan tinggi untuk memenuhi kebutuhan listrik operasional. Saat ini, sekitar 70 persen kebutuhan energi produksi perusahaan tersebut dipasok dari sistem ini.

Sementara itu, PT Dexin Steel Indonesia (DSI) tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 65,89 megawatt. Hingga Oktober 2025, progres pembangunan telah mencapai 80 persen dan ditargetkan segera beroperasi penuh.

Tidak hanya itu, DSI juga mengoperasikan PLTU Gas Buang yang memanfaatkan panas dari tungku smelter. Sistem ini tercatat mampu menekan emisi hingga 2,4 juta ton CO₂ sekaligus menghemat sekitar 980 ribu ton batu bara.

Baca juga:  BINUS ONLINE Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Hadirkan Program Studi Fleksibel yang Relevan dengan Kebutuhan Industri

IMIP menerapkan pendekatan teknis yang spesifik dalam pengendalian emisi. Setiap tenant diwajibkan menggunakan perangkat pengendali emisi sesuai karakteristik proses industrinya, dengan evaluasi dampak yang dapat diuji secara independen.

Untuk pembangkit dan proses pirometalurgi, electrostatic precipitator (ESP) digunakan dengan tingkat efisiensi 90–99 persen dalam mengendalikan partikulat halus.

Sementara itu, industri hidrometalurgi memanfaatkan wet scrubber untuk mengendalikan gas asam.

Selain itu, sistem flue gas desulfurization (FGD) diterapkan guna menurunkan emisi sulfur dioksida (SO₂) dengan efisiensi hingga 99 persen.

Kombinasi teknologi ini menjadi tulang punggung pengendalian emisi di kawasan industri IMIP.

IMIP mengakui bahwa transisi energi di sektor industri berat bukan perkara mudah.

Tantangan utama meliputi kebutuhan investasi yang besar, keterbatasan sumber energi terbarukan, serta kompatibilitas teknologi dengan proses produksi yang ada.

Baca juga:  Kemitraan Strategis Siloam Hospitals Mampang dan Agewell untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan dan Kualitas Hidup Lanjut Usia

Meski demikian, manajemen menegaskan komitmen tetap berlanjut melalui inovasi teknologi, efisiensi berkelanjutan, dan skema kompensasi karbon sebagai pelengkap upaya pengurangan emisi langsung.

Sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan, IMIP menjalankan program penghijauan secara konsisten.

Sepanjang periode 2018–2025, perusahaan telah menanam 70.188 bibit mangrove di lahan seluas 5,62 hektare di kawasan industri dan Desa Bahodopi.

Program ini memiliki potensi simpanan karbon sebesar 8.828,65 ton CO₂e. Rehabilitasi mangrove juga dilakukan di wilayah lain seperti Teluk Palu dan Brebes, dengan potensi penyerapan karbon tambahan mencapai 10.550,55 ton CO₂e.

Di dalam kawasan industri sendiri, IMIP menyediakan ruang terbuka hijau seluas 1.937,9 hektare.

Sebanyak 64.425 tanaman terestrial ditanam, dengan potensi simpanan karbon sekitar 13.559 ton CO₂e.

“Target hingga 2030 adalah menanam 400 ribu pohon mangrove dan terestrial,” kata Yundi. Upaya ini melengkapi agenda transisi energi yang juga mencakup penggunaan alat berat listrik di kawasan industri.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA