BNPB Percepat Rehabilitasi Pascabanjir Sumbar, Fokus Pemulihan Berkelanjutan

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir di Sumatra Barat.

Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk memulihkan kondisi fisik wilayah terdampak, tetapi juga memastikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan secara normal dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Utama BNPB, Rustian, saat memimpin Rapat Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Kota Padang, Selasa (16/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan itu menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam fase pemulihan pascabanjir.

Dalam penanganan awal, BNPB bersama pemerintah daerah telah membangun sejumlah infrastruktur darurat untuk memulihkan konektivitas wilayah yang sempat terputus.

Baca juga:  KKN UPGRIS Gelar Pelatihan Pembuatan Poster Kreatif Melalui Canva sebagai Media Edukasi Digital

Salah satu langkah utama adalah pembangunan dan pemasangan jembatan bailey di titik-titik strategis, yang kini hampir seluruhnya rampung.

Selain itu, pembangunan hunian sementara (huntara) juga mulai berjalan di beberapa lokasi terdampak. Meski bersifat sementara, keberadaan infrastruktur darurat ini dinilai sangat krusial.

“Infrastruktur darurat memang bukan solusi jangka panjang, tetapi perannya sangat penting untuk memastikan mobilitas warga, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi bisa kembali bergerak,” ujar Rustian.

Langkah tersebut menjadi fondasi awal agar masyarakat tidak terlalu lama terisolasi, sekaligus memberi ruang bagi pemerintah untuk menyiapkan pembangunan permanen yang lebih matang.

Baca juga:  Kreatif dan Ramah Lingkungan, Siswa SDN Semampir Ciptakan Tas Ecoprint Bersama KKN UPGRIS

Memasuki fase pascadarurat, BNPB menekankan pentingnya pendataan dan penilaian kerusakan secara menyeluruh.

Proses ini dilakukan melalui kajian kebutuhan pascabencana atau Jitupasna, yang menjadi tahapan awal sebelum pembangunan permanen dilaksanakan.

Melalui Jitupasna, pemerintah dapat memetakan tingkat kerusakan infrastruktur, perumahan, fasilitas publik, hingga sektor-sektor lain yang terdampak banjir.

Kajian ini juga berfungsi untuk menghitung kebutuhan pemulihan secara komprehensif dan realistis.

“Jitupasna menjadi dasar utama penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P). Dengan begitu, pemulihan tidak bersifat reaktif, tetapi terencana, terukur, dan berorientasi jangka menengah hingga panjang,” kata Rustian.

Pendekatan berbasis data ini diharapkan mampu mencegah pembangunan yang tergesa-gesa dan tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

Baca juga:  BRI Region 6 Gelar TOT New Qlola, Perkuat Kompetensi Pekerja dalam Layanan Digital

BNPB menegaskan bahwa pemerintah daerah memegang peran sentral dalam proses pemulihan pascabencana. Tidak hanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tetapi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan terlibat aktif sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Setiap OPD diminta berkontribusi dalam penyediaan data kerusakan dan kebutuhan sektoral sebagai bahan penyusunan Jitupasna dan R3P.

Sementara itu, BPBD berperan sebagai simpul koordinasi lintas sektor agar proses pemulihan berjalan terpadu.

“Pemulihan pascabencana tidak bisa ditangani satu instansi saja. Semua perangkat daerah harus bergerak bersama, dengan BPBD sebagai penghubung utama,” ujar Rustian.

Editor : Murni A

Satu tanggapan untuk “BNPB Percepat Rehabilitasi Pascabanjir Sumbar, Fokus Pemulihan Berkelanjutan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Perdana Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik dengan Standar Korea Selatan di Siloam Hospital TB Simatupang
Tempa Perspektif Bisnis Global di Asia, Mahasiswa BINUS @Alam Sutera Ikuti Study Abroad di National Chengchi University, Taiwan
Indikator Penting dalam Menilai Kinerja Perusahaan
Penyebab Perut Kucing Membesar dan Cara Mengatasinya
Bitcoin Uji US$75.000 di Tengah Ketegangan Iran dan Lonjakan Risiko Energi Global
Adyatama Tour Gandeng Amazing Thailand, Tawarkan Gratis Thai Wellness untuk Wisatawan Indonesia
LRT Jabodebek Jaga Ketepatan Waktu di Atas 99% di Tengah Tingginya Mobilitas Perkotaan
MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri, Melalui Ekosistem Industri EV Battery di Karawang

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

Perdana Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik dengan Standar Korea Selatan di Siloam Hospital TB Simatupang

Minggu, 19 April 2026 - 08:03 WIB

Tempa Perspektif Bisnis Global di Asia, Mahasiswa BINUS @Alam Sutera Ikuti Study Abroad di National Chengchi University, Taiwan

Minggu, 19 April 2026 - 08:03 WIB

Indikator Penting dalam Menilai Kinerja Perusahaan

Minggu, 19 April 2026 - 08:03 WIB

Penyebab Perut Kucing Membesar dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 18 April 2026 - 19:03 WIB

Bitcoin Uji US$75.000 di Tengah Ketegangan Iran dan Lonjakan Risiko Energi Global

Berita Terbaru

Berita

Indikator Penting dalam Menilai Kinerja Perusahaan

Minggu, 19 Apr 2026 - 08:03 WIB

Berita

Penyebab Perut Kucing Membesar dan Cara Mengatasinya

Minggu, 19 Apr 2026 - 08:03 WIB