Berita  

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kenalkan Teknik Pembuatan Sabun Zero Waste di Desa Karangmanggis

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari UIN Walisongo Semarang berhasil membawa inovasi pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan praktik pembuatan sabun dari minyak jelantah.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 15 November 2025 ini merupakan bagian dari program zero waste yang menargetkan kelompok Ibu-Ibu PKK Desa Karangmanggis.

Sebanyak 15 Ibu-Ibu PKK Desa Karangmanggis tampak antusias mengikuti sosialisasi dan praktik yang diadakan di salah satu rumah warga.

Kegiatan ini berfokus pada pemberian solusi nyata terhadap masalah lingkungan yang sering terjadi di tingkat rumah tangga, yaitu pembuangan limbah minyak jelantah.

Baca juga:  Perkuat Kapasitas dan Kelancaran Lalu Lintas, Pelebaran Ruas Surabaya–Gempol Tingkatkan Kenyamanan Perjalanan di Koridor Trans Jawa

Mahasiswa KKN UIN Walisongo memulai sesi dengan menjelaskan secara lugas dampak buruk pembuangan minyak jelantah secara sembarangan.

Pembuangan limbah sisa penggorengan ke saluran air atau tanah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius, mulai dari merusak ekosistem air hingga menyumbat saluran pembuangan.

Dari permasalahan tersebut, para mahasiswa kemudian menawarkan solusi kreatif yakni mengubah minyak jelantah menjadi produk bermanfaat berupa sabun .

“Kami tidak hanya ingin menyampaikan teori, tetapi langsung praktik agar ibu-ibu lebih mudah dalam memahami dalam proses pembuuatannya,” ujar Mahasiswa.

Baca juga:  HMI Komisariat Selingkup Korkom Walisongo Solid Dukung Kader Terbaiknya Menjadi Calon Ketua Umum HMI Cabang Semarang

Dalam sesi praktik, minyak jelantah diolah dengan menggunakan bahan kimia yang mudah didapatkan.

Prosesnya melibatkan pencampuran minyak jelantah dengan larutan Kalium Hidroksida (KOH) dan air, kemudian ditambahkan perasan jeruk nipis sebagai penetralisir sekaligus pewangi alami.

“Minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah, ternyata bisa kita olah menjadi sabun yang lebih bermanfaat,” ujar ibu PKK.

PIbu-Ibu PKK didampingi dalam setiap tahap pembuatan, mulai dari pengukuran bahan hingga proses pengadukan. Diharapkan, keterampilan baru ini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha mikro dan menengah (UMKM) bagi warga desa.

Baca juga:  Telkom Tingkatkan Kapabilitas Developer Lewat AI Connect Offline Series di Makassar

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari perwakilan PKK. Mereka berharap program ini dapat berlanjut dan menjadi langkah awal bagi Desa Karangmanggis untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan ekonomi masyarakat yang lebih berdaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *