Dua Korban Longsor Kembali Ditemukan di Pandanarum Banjarnegara, Pencarian Terkendala Hujan Deras

waktu baca 2 menit
Sabtu, 22 Nov 2025 06:22 8 Redaksi

Jatengvox.com – Proses pencarian korban tanah longsor di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, kembali membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan menemukan dua jenazah tambahan pada Jumat (21/11/2025) sore, setelah sejak pagi melakukan penyisiran di beberapa titik yang diperkirakan menjadi lokasi tertimbunnya warga.

Kedua korban yang ditemukan adalah seorang perempuan dewasa dan seorang anak laki-laki. Identitas keduanya telah dipastikan sebagai Susanti dan Jonathan Prayoga.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa dua jenazah tersebut berhasil dievakuasi dari Sektor C, area yang sejak awal diyakini sebagai salah satu titik terdalam material longsor.

“Ditemukan pada Jumat sore di Sektor C,” katanya saat memberikan keterangan.

Baca juga:  Duta Insan Perintis Kendal Ajak Pemuda Kendal Tingkatkan Literasi Keuangan di Era Digital

Pencarian hari itu berlangsung penuh tantangan. Hujan yang turun berkali-kali memaksa petugas menghentikan operasi karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan. Kondisi tanah yang labil membuat proses pencarian harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Untuk mempercepat pembukaan akses dan memperluas area pencarian, tim mengoperasikan 17 unit alat berat. Upaya ini diharapkan dapat membantu menyingkirkan material tanah dan batu yang menimbun permukiman warga.

Budiono menyebutkan, operasi pencarian pada Sabtu (22/11) akan difokuskan kembali ke Sektor A dan C, dua titik yang dinilai masih memiliki potensi kuat ditemukannya korban lain.

Baca juga:  Santri TPQ Darus Sakinah Kendal Gelar Bakti Sosial Peduli Lingkungan melalui Penyemprotan Eco Enzyme

Hingga Jumat malam, total 12 korban telah ditemukan dan dievakuasi. Sementara 16 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Longsor di Desa Pandanarum terjadi pada Minggu (16/11) setelah hujan deras mengguyur kawasan perbukitan selama berjam-jam. Material longsoran turun dengan volume besar, menimbun rumah-rumah warga yang berada di bawah tebing.

Peristiwa ini membuat puluhan keluarga harus mengungsi, sementara tim gabungan dari berbagai instansi bekerja tanpa henti sejak hari pertama untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA