Kreatif dan Ramah Lingkungan, KKN Posko 33 Kenalkan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler Posko 33 UIN Walisongo menggelar workshop pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah untuk ibu-ibu dan Karang Taruna Desa Pagertoyo.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang mengajak warga melihat limbah dapur dari sudut yang berbeda: bukan sekadar barang sisa, tetapi bahan yang bisa diolah menjadi produk bernilai.

Dalam sesi praktik, peserta dikenalkan pada bahan-bahan yang digunakan, mulai dari parafin, arang aktif, pewarna, hingga essential oil sebagai sumber aroma.

Proses dari awal hingga akhir dijelaskan secara runtut, termasuk tahap pemurnian minyak jelantah yang menjadi kunci agar hasil lilin lebih aman dan wangi.

Baca juga:  Mahasiswi KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang Posko 06 Adakan Sosialisasi Bullying di SD Negeri Sedayu

Hasna Nur Fadiyah dari Divisi Ekonomi Kreatif KKN Posko 33 memandu langsung jalannya workshop.

Ia menjelaskan bahwa sebelum dipanaskan, minyak jelantah perlu direndam dan dicampur arang terlebih dahulu untuk mengurangi bau dan kotoran yang menempel.

“Perendaman pakai arang ini penting supaya warna minyak lebih jernih dan aromanya tidak menyengat. Setelah itu baru dicampur parafin dan essential oil sesuai selera,” kata Hasna saat mempraktikkan tahapan pembuatan.

Suasana selama kegiatan terlihat cair dan penuh antusias. Banyak ibu-ibu mengaku baru mengetahui bahwa minyak bekas yang biasa dibuang ternyata bisa menjadi lilin aromaterapi yang menarik dan memiliki nilai jual.

Baca juga:  Dukung Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga, KKN UIN Walisongo Adakan Sosialisasi Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Beberapa di antara mereka mulai tertarik mencoba membuatnya di rumah sebagai alternatif usaha kecil.

Workshop ini menjadi bagian dari program pemberdayaan KKN Posko 33 yang menekankan kreativitas, pengelolaan limbah, dan peluang ekonomi.

Dengan bahan yang mudah ditemukan dan teknik yang dapat dipelajari siapa saja, warga Pagertoyo kini memiliki keterampilan baru yang bisa terus dikembangkan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin terbuka pada inovasi sederhana yang berpotensi menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan desa.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu
Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra
Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:28 WIB

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Berita Terbaru