Kreatif dan Ramah Lingkungan, KKN Posko 33 Kenalkan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

waktu baca 2 menit
Selasa, 18 Nov 2025 18:36 28 Redaksi

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler Posko 33 UIN Walisongo menggelar workshop pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah untuk ibu-ibu dan Karang Taruna Desa Pagertoyo.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang mengajak warga melihat limbah dapur dari sudut yang berbeda: bukan sekadar barang sisa, tetapi bahan yang bisa diolah menjadi produk bernilai.

Dalam sesi praktik, peserta dikenalkan pada bahan-bahan yang digunakan, mulai dari parafin, arang aktif, pewarna, hingga essential oil sebagai sumber aroma.

Proses dari awal hingga akhir dijelaskan secara runtut, termasuk tahap pemurnian minyak jelantah yang menjadi kunci agar hasil lilin lebih aman dan wangi.

Hasna Nur Fadiyah dari Divisi Ekonomi Kreatif KKN Posko 33 memandu langsung jalannya workshop.

Baca juga:  Presiden Perintahkan Pemeriksaan Menyeluruh Bangunan Pesantren di Indonesia

Ia menjelaskan bahwa sebelum dipanaskan, minyak jelantah perlu direndam dan dicampur arang terlebih dahulu untuk mengurangi bau dan kotoran yang menempel.

“Perendaman pakai arang ini penting supaya warna minyak lebih jernih dan aromanya tidak menyengat. Setelah itu baru dicampur parafin dan essential oil sesuai selera,” kata Hasna saat mempraktikkan tahapan pembuatan.

Suasana selama kegiatan terlihat cair dan penuh antusias. Banyak ibu-ibu mengaku baru mengetahui bahwa minyak bekas yang biasa dibuang ternyata bisa menjadi lilin aromaterapi yang menarik dan memiliki nilai jual.

Baca juga:  Warga Desa Pamriyan Antusias Ikuti Senam Pagi Bersama: Bentuk Nyata Gerakan Hidup Sehat

Beberapa di antara mereka mulai tertarik mencoba membuatnya di rumah sebagai alternatif usaha kecil.

Workshop ini menjadi bagian dari program pemberdayaan KKN Posko 33 yang menekankan kreativitas, pengelolaan limbah, dan peluang ekonomi.

Dengan bahan yang mudah ditemukan dan teknik yang dapat dipelajari siapa saja, warga Pagertoyo kini memiliki keterampilan baru yang bisa terus dikembangkan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin terbuka pada inovasi sederhana yang berpotensi menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan desa.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA