Banjarnegara Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari Usai Longsor Pandanarum, Ratusan Warga Mengungsi

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

Jatengvox.com – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara resmi menetapkan status tanggap darurat setelah tanah longsor melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, pada Minggu (16/11/2025).

Keputusan ini diambil sebagai respons cepat atas kondisi lapangan yang masih labil serta tingginya risiko longsor susulan.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menjelaskan bahwa status tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari ke depan. Penetapan itu dilakukan usai rapat koordinasi bersama Forkopimda pada Minggu malam.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat untuk memastikan keselamatan warga.

BPBD Banjarnegara langsung melakukan berbagai langkah penanganan di hari yang sama. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Raib Sekhudin, menyebutkan bahwa upaya evakuasi warga terdampak menjadi prioritas utama.

Baca juga:  Mahasiswa UIN Walisongo Ajak PM Panti Sosial Semarang Asah Kreativitas Lewat Buket

Hingga Minggu pukul 20.30 WIB, tercatat 660 jiwa sudah mengungsi ke titik-titik aman yang disiapkan pemerintah.

Untuk mendukung kebutuhan para pengungsi, BPBD telah mendirikan dapur umum, pos kesehatan, serta pos layanan informasi.

Warga yang mengalami luka-luka ringan mendapatkan perawatan langsung di lokasi, sementara korban dengan kondisi lebih serius dirujuk ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Raib menambahkan bahwa angka pengungsi diperkirakan masih akan bertambah, mengingat kondisi tanah di wilayah longsor masih terus bergerak.

Tim gabungan juga terus melakukan monitoring di beberapa titik rawan sebagai langkah antisipasi.

Baca juga:  BRIN dan Kemenbud Sepakat Optimalkan Aset untuk Pelestarian Kebudayaan

Dari pendataan awal, sekitar 30 rumah warga mengalami kerusakan akibat longsor. BPBD bersama pemerintah desa masih melakukan verifikasi lanjutan untuk memastikan jumlah kerusakan secara detail.

Selain itu, relawan dari berbagai unsur mulai membantu penataan lokasi pengungsian dan distribusi logistik.

Situasi ini juga menjadi pengingat bahwa wilayah Banjarnegara merupakan daerah yang kerap menghadapi bencana hidrometeorologi, terutama saat memasuki musim hujan.

Pemerintah daerah meminta warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Dengan status tanggap darurat yang berlaku selama dua pekan, pemerintah berharap seluruh penanganan dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.

Baca juga:  Wamendagri Ajak Kepala Daerah Bangun Layanan Publik Berbasis Kebutuhan Warga

Upaya mitigasi dan pemantauan kondisi tanah akan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya korban lebih lanjut.

Editor : Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu
Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra
Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:28 WIB

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Berita Terbaru