Kasus Penculikan Anak Menguat, Pemerintah Minta Pengawasan Diperketat di Lingkungan Keluarga dan Sekolah

Minggu, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Meningkatnya kembali kasus kekerasan dan penculikan anak di sejumlah daerah membuat pemerintah mengambil sikap tegas.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menilai, situasi ini menjadi alarm keras bahwa perlindungan anak masih memiliki banyak celah.

Ia mengingatkan, keselamatan anak bukan sekadar isu hukum, tetapi juga soal pemenuhan hak dasar manusia yang tidak boleh ditawar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arifah menegaskan bahwa kekerasan, perlakuan salah, hingga penculikan adalah pelanggaran berat hak anak.

Menurutnya, ketika satu kasus terjadi, maka itu menunjukkan ada titik lemah dalam sistem pengawasan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Tinjau Produksi UMKM Keripik untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Desa Meteseh

“Ketika seorang anak menjadi korban penculikan, artinya masih ada yang terlewat dalam pengawasan dan perlindungan kita,” jelasnya.

Ia menambahkan, urusan melindungi masa depan anak tidak bisa dibebankan ke pemerintah saja.

Keluarga, masyarakat, hingga lingkungan sekitar harus ambil bagian, sebab anak paling banyak berinteraksi di lingkar-lingkar tersebut.

Pemerintah sendiri, kata Arifah, terus memperkuat program pencegahan kekerasan, mulai dari edukasi orang tua, pelatihan pencegahan kekerasan di komunitas, hingga koordinasi lintas kementerian agar respons terhadap kasus bisa lebih cepat dan tepat.

Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya pengawasan di area sekolah.

Baca juga:  Manajemen Vegetasi dan Analisis Koridor Transmisi dengan Software LiDAR Terrasolid

Menurutnya, kasus penculikan yang belakangan mencuat harus menjadi momentum untuk memastikan keamanan anak sejak mereka tiba hingga pulang dari sekolah.

Mu’ti menilai, jenjang PAUD dan sekolah dasar kelas awal adalah kelompok paling rentan. Banyak dari mereka masih bergantung pada antar-jemput orang tua atau keluarga dekat.

“Sekolah perlu punya aturan yang jelas, siapa yang berhak menjemput. Harus dipastikan bahwa yang mengantar dan menjemput benar-benar orang yang dikenal dan terverifikasi,” ujarnya.

Ia mendorong sekolah untuk membuat sistem sederhana tetapi efektif, misalnya kartu penjemput, pendataan keluarga inti, hingga sosialisasi rutin ke orang tua agar tidak mudah lengah.

Baca juga:  Sinergi Dakwah dan Edukasi: KKN UIN Walisongo Kolaborasi Rayakan Milad ke-27 TPQ NU Nurul Iman Desa Salamsari

Kasus penculikan anak tidak hanya meninggalkan trauma mendalam bagi korban dan keluarga, tetapi juga mengguncang rasa aman masyarakat.

Oleh sebab itu, kolaborasi lintas pihak sangat dibutuhkan—rumah yang waspada, sekolah yang memiliki protokol ketat, dan masyarakat yang berani melapor jika melihat kejanggalan.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan anak, namun upaya tersebut tidak akan maksimal tanpa kesadaran bersama.

Pada akhirnya, keamanan anak adalah tanggung jawab kolektif yang harus dijaga setiap hari, di setiap ruang mereka tumbuh dan belajar.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia
Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up
Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%
Dari Rollerblade hingga Kairo: Bagaimana 13 Anak di Rumah Singgah Menginspirasi Gerakan Sosial Baru Smart Salary
Tempat para pelari lahir, berkumpul, dan berkembang. “ALPEN RUN,” sebuah merek komunitas lari baru yang diluncurkan oleh Alpen, akan membuka toko pertamanya di Taman Meiji Metropolitan Tokyo pada hari Jumat, 24 April.
MIND ID Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di Setiap Daerah Operasional

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan

Senin, 20 April 2026 - 13:03 WIB

Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 12:03 WIB

Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up

Senin, 20 April 2026 - 12:03 WIB

Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%

Berita Terbaru