Kopi Lereng Sindoro: Inovasi Anak Muda yang Mengharumkan Nama Desa

Sabtu, 18 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menikmati secangkir kopi dengan pemandangan dari lereng Sindoro./instagram desawisatatlahab

Menikmati secangkir kopi dengan pemandangan dari lereng Sindoro./instagram desawisatatlahab

Di kaki Gunung Sindoro, tepatnya di Desa Tlahab, Temanggung, sekelompok anak muda menciptakan gebrakan baru di dunia kopi. Mereka menamakan usahanya “Kopi Lereng Sindoro”, sebuah brand lokal yang kini mulai dikenal hingga luar daerah.

Awalnya, ide ini muncul dari keresahan sederhana: hasil panen kopi rakyat sering dijual murah kepada tengkulak tanpa memberi nilai tambah bagi petani.

Dari situ, para pemuda desa sepakat untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap kopi lokal. Mereka belajar langsung dari berbagai pelatihan pengolahan biji kopi hingga teknik roasting modern.

Dengan modal seadanya, mereka mulai memproduksi kopi bubuk kemasan sendiri, lengkap dengan desain label menarik yang khas pegunungan Sindoro.

Selain menjual produk, komunitas ini juga membuat “Kedai Lereng Sindoro”, tempat nongkrong dengan konsep alam terbuka yang menyuguhkan pemandangan sawah dan gunung.

Kedai ini tak hanya menjual kopi, tetapi juga menjadi ruang kreatif bagi anak muda desa untuk berdiskusi, berkarya, dan mengadakan berbagai acara seperti musik akustik serta pelatihan wirausaha kecil.

Menariknya, inovasi ini tidak hanya memberi dampak ekonomi, tetapi juga sosial. Petani kopi yang dulunya pasif kini lebih semangat menanam karena hasil panennya dihargai dengan layak. Bahkan, desa ini mulai sering dikunjungi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman ngopi langsung dari sumbernya.

Baca juga:  Cara Cek Umur Kartu Telkomsel Halo, Loop Dll

Kisah Kopi Lereng Sindoro menjadi bukti bahwa inovasi anak muda desa mampu membawa perubahan besar. Dari secangkir kopi, mereka membangun semangat kemandirian, melestarikan hasil bumi, dan memperkenalkan kearifan lokal ke dunia luar.

Aroma kopi dari lereng Sindoro kini bukan hanya wangi bijinya, tetapi juga wangi perjuangan generasi muda yang mencintai tanah kelahirannya.

Penulis : Muhammad Helmi Salim

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cara Kirim Promo Massal WhatsApp Lebih Aman dengan Barantum
Cara Memahami Tren Pasar dalam Berbagai Timeframe
Cara Mendapatkan Centang Biru WhatsApp Bisnis & Barantum
Penyebab dan Cara Atasi Jamur Pada Kucing
Bittime Catatkan Kenaikan Trading Volume BTC hingga 401%, Respon Pasar di Tengah Gejolak Geopolitik?
Trading Hasilkan Reward Mingguan, Ubah THR Jadi Cuan di HSB Investasi
Harga Bitcoin Menguat di Tengah Gejolak Geopolitik, Pasar Cari Alternatif Selain Emas
Praktik Manipulasi Pasar yang Perlu Diketahui Investor

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 08:02 WIB

Cara Kirim Promo Massal WhatsApp Lebih Aman dengan Barantum

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:02 WIB

Cara Memahami Tren Pasar dalam Berbagai Timeframe

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:02 WIB

Cara Mendapatkan Centang Biru WhatsApp Bisnis & Barantum

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:03 WIB

Penyebab dan Cara Atasi Jamur Pada Kucing

Senin, 16 Maret 2026 - 20:56 WIB

Bittime Catatkan Kenaikan Trading Volume BTC hingga 401%, Respon Pasar di Tengah Gejolak Geopolitik?

Berita Terbaru