Produk Lokal Jateng Ramaikan Inacraft 2025 dengan Inovasi Berkelas

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Bazar kerajinan Inacraft 2025 yang masih berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) hingga 5 Oktober, kembali menjadi ajang pameran kriya terbaik dari seluruh penjuru Indonesia.

Jawa Tengah tampil cukup menonjol dengan ragam karya, mulai dari wastra tradisional, tas ecoprint, hingga produk kriya unik yang memadukan nilai seni dan keberlanjutan.

Paviliun Jawa Tengah, yang mendapat dukungan dari Dekranasda Jateng, Bank Jateng, dan Bank Indonesia, menampilkan hasil karya dari 35 kabupaten/kota.

Tak hanya sekadar memamerkan, banyak di antara produk tersebut yang berhasil mencuri perhatian pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca juga:  Omzet Fantastis Bazar UMKM HUT Jateng Capai Rp1,4 Miliar, Sektor UMKM Siap Tumbuh Pesat

Salah satu karya yang menjadi sorotan datang dari Andhika Praditya, pemuda asal Solo. Lewat jenama Loosewood, ia berhasil mengubah papan skateboard rusak menjadi arloji, kacamata, hingga aneka aksesori seperti gantungan kunci dan anting.

Berawal dari kegemarannya bermain skateboard, Andhika memanfaatkan papan patah yang terbuat dari kayu maple.

“Kayunya kuat, punya karakter unik, dan setiap lapisannya berbeda warna. Itu yang bikin menarik,” ujarnya saat ditemui di Inacraft, pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Kreativitas ini tidak hanya unik, tetapi juga selaras dengan tren global upcycling yang sedang naik daun. Sejak serius menekuni karyanya pada 2018, produk Loosewood mulai merambah pasar internasional, terutama Eropa.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bekali Siswa MA NU 04 Al Maarif Literasi Finansial Sejak Dini

Dengan harga bervariasi antara Rp10 ribu hingga Rp300 ribu, produk ini dianggap terjangkau sekaligus ramah lingkungan.

Selain Loosewood, Jawa Tengah juga menampilkan karya wastra dari Kendal. Adalah Widya Kandi Susanti, pemilik Pramesthi Batik, yang menghadirkan koleksi batik warna alam bersepuh perada. Ia menegaskan, tren ramah lingkungan di negara maju membuat batiknya diminati pasar luar negeri.

“Sekarang dunia sedang kembali ke alam. Batik warna alam lebih sehat dan tidak merusak lingkungan. Kami banyak mendapat pembeli dari Korea, Jepang, Belanda, bahkan Yugoslavia,” tuturnya.

Baca juga:  Dukung Digitalisasi, Tim KKN UIN Walisongo Semarang Dampingi UMKM Desa Wirogomo Lewat Google Maps

Dengan harga mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, batik ini tidak hanya menonjol dari sisi estetik, tetapi juga membawa pesan keberlanjutan.

Keikutsertaannya di Inacraft 2025 sekaligus menjadi upaya kampanye menjaga hayati melalui fesyen.

Tidak hanya pebisnis, konsumen pun tampak antusias dengan produk asal Jateng. Anna Ratna, pengunjung asal Kabupaten Tangerang, mengaku tertarik membeli tas ecoprint dari Kendal.

“Jahitannya rapi, kualitas bagus, dan warnanya cerah. Itu yang membuat saya tertarik,” ujarnya.

Antusiasme pengunjung ini membuktikan bahwa pasar kini semakin terbuka pada produk lokal yang berkualitas, apalagi jika membawa konsep ramah lingkungan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru