Dupoin Futures Analisis Prospek Emas, Support US$4.146 Jadi Level Kunci

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Okt 2026 10:11 1 vritimes

Harga emas berpeluang melanjutkan penguatan setelah menyelesaikan koreksi menuju area support US$4.146. Berdasarkan analisis harian Dupoin Futures, pergerakan XAUUSD berpotensi kembali membentuk tren utama atau primary trend bullish dengan target resistance terdekat di US$4.226–US$4.253.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, melihat level US$4.146 sebagai area penting yang dapat menentukan arah pergerakan emas selanjutnya. Selama harga mampu bertahan di atas support tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Namun, apabila tekanan jual kembali meningkat hingga menembus area support, skenario penguatan perlu dievaluasi kembali.

Dari sisi teknikal, zona US$4.226–US$4.253 menjadi resistance yang perlu diperhatikan. Jika momentum beli terus menguat, harga emas berpotensi menguji area tersebut. Meski demikian, pergerakan menuju resistance tidak berlangsung secara otomatis karena tetap bergantung pada kekuatan permintaan dan respons pasar terhadap perkembangan ekonomi global.

Baca juga:  Basecamp Nation, Festival Sports & Wellness di Mall of Indonesia

Faktor geopolitik menjadi salah satu pendorong yang dapat menopang harga emas. Ketidakpastian global berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Dalam situasi ketika risiko politik dan ekonomi meningkat, sebagian investor cenderung mencari aset yang dinilai dapat membantu melindungi nilai kekayaan mereka.

Meski demikian, penguatan emas masih menghadapi sejumlah tantangan. Dolar Amerika Serikat yang menguat dapat membatasi kenaikan XAUUSD karena membuat emas relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat meningkatkan daya tarik instrumen berbunga dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil secara langsung.

Sikap hawkish Federal Reserve atau The Fed juga menjadi perhatian pasar. Ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan pada tingkat tinggi dapat mendukung dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga berpotensi menekan harga emas. Oleh karena itu, perkembangan kebijakan moneter tetap menjadi salah satu faktor yang menentukan arah pergerakan logam mulia.

Baca juga:  PURANA Mengobarkan Gerakan Kebanggaan Nasional Ekonomi Sirkular "Renjana Perca" di Grand Indonesia: Merayakan 17 Tahun Kolaborasi dan Kemerdekaan Berkarya Seniman Indonesia

Pelaku pasar juga mencermati data inflasi AS yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga berikutnya. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat. Sebaliknya, meredanya tekanan inflasi dapat mengubah pandangan pasar terhadap prospek suku bunga dan memberikan ruang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, prospek emas masih terbuka untuk menguat selama support US$4.146 mampu dipertahankan. Area US$4.226–US$4.253 menjadi sasaran resistance terdekat yang perlu dipantau, sementara perkembangan geopolitik, dolar AS, imbal hasil obligasi, dan data inflasi akan memengaruhi keberlanjutan momentum kenaikan.

Baca juga:  ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar

Proyeksi ini merupakan skenario berdasarkan kondisi pasar dan bukan kepastian arah harga. Pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perubahan sentimen serta mengelola risiko dalam mengambil keputusan perdagangan.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA