Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

waktu baca 2 menit
Selasa, 6 Okt 2026 18:05 1 vritimes

JAKARTA, INDONESIA – Oktober 2026 – Vulnerability management semakin menghadapi tantangan karena lingkungan enterprise berubah terus-menerus. Ketika assessment dilakukan terlalu jarang, hasil yang diterima tim keamanan dapat segera tertinggal setelah aplikasi, infrastruktur, atau konfigurasi berubah.

Zentara melihat empat perubahan penting dalam pendekatan vulnerability management: assessment on demand, prioritisasi berdasarkan exploitability, output yang langsung terhubung ke workflow, dan penggunaan tenaga ahli untuk melakukan validasi mendalam.

Melalui AVAS, komponen lingkungan enterprise dapat dipindai secara paralel. Menurut Zentara, full enterprise assessment dapat selesai dalam waktu kurang dari 15 menit. Hal tersebut memungkinkan assessment dilakukan setelah release besar, perubahan infrastruktur, atau ketika vulnerability kritis baru dipublikasikan.

Iklan
Baca juga:  JETE RUN 2026 Perluas Konsep Festival, Raih Rekor MURI dengan Aktivitas Terbanyak

Prioritas juga tidak hanya ditentukan oleh CVSS. AVAS menggunakan sinyal exploitability, informasi threat feed, status known-exploited vulnerability, peran aset dalam bisnis, dan sinyal predictive modelling untuk membantu menentukan temuan yang perlu mendapat perhatian.

Pendekatan tersebut menempatkan vulnerability assessment platform sebagai bagian dari vulnerability assessment services, bukan sebagai pengganti validasi manusia.

Automation dapat membantu menemukan dan memprioritaskan kerentanan, tetapi pembuktian dampak tetap membutuhkan pengujian manual. Dalam praktiknya, certified testers dapat melakukan exploitation dan lateral movement dalam scope yang telah diotorisasi untuk membuktikan bagaimana sebuah rangkaian kelemahan dapat memengaruhi aset penting.

Baca juga:  BINUS Hadirkan PADI Padel Kemanggisan, Perkuat Ekosistem Gaya Hidup Aktif dan Kebersamaan

Dengan assessment yang lebih cepat dan output yang dapat dihubungkan ke SOC, SIEM, serta DevSecOps, vulnerability management dapat bergerak dari proyek berkala menjadi proses yang lebih berkelanjutan.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA