Dari Stasiun hingga Dalam Kereta, Pengawasan LRT Jabodebek Berjalan 24 Jam

waktu baca 2 menit
Kamis, 3 Sep 2026 14:05 0 vritimes

LRT Jabodebek dalam operasionalnya terpantau dalam pengawasan baik di dalam kereta maupun di stasiun selama 24 jam. Pantauan ini meliputi 1.129 CCTV secara real-time dari Operation Control Centre (OCC), dan 494 petugas keamanan bersiaga secara bergantian di berbagai titik operasional.

Dari 1.129 CCTV, tersebar di kereta maupun di area stasiun, dengan rincian : 434 CCTV yang terpasang di rangkaian kereta dan 695 CCTV yang tersebar di 18 stasiun. Kamera ditempatkan di sejumlah area yang menjadi bagian dari aktivitas pengguna, mulai dari pintu masuk, loket, area parkir, peron, jalur evakuasi, hingga titik tertentu yang membutuhkan pengawasan.

Di dalam kereta, CCTV membantu petugas memantau situasi selama perjalanan, sementara di stasiun pengawasan dilakukan untuk membantu mengetahui kondisi di area pelayanan dan fasilitas operasional.

Baca juga:  Keselamatan Jadi Prioritas, KAI Daop 2 Bandung Tutup Perlintasan Sebidang Rawan dan Bangun Palang Pintu di Sejumlah Lokasi

Pengawasan juga diperkuat dengan 494 petugas keamanan yang bertugas secara bergantian selama 24 jam. Sebanyak 80 petugas pengawalan perjalanan kereta bertugas menjaga keamanan dan ketertiban selama perjalanan, dan 414 petugas lainnya ditempatkan di stasiun, fasilitas operasional, dan area pelayanan pengguna.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan kombinasi teknologi dan kehadiran petugas dibutuhkan karena tidak semua kondisi dapat diselesaikan hanya melalui pemantauan kamera.

“LRT Jabodebek berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan menempatkan CCTV yang membantu melihat kondisi di berbagai titik, namun saat ada situasi yang membutuhkan penanganan langsung, petugas di lapangan tetap menjadi bagian penting. Karena itu, pengawasan dilakukan secara berlapis, dengan petugas yang bertugas secara bergantian selama 24 jam,” ucap Radhitya.

Baca juga:  Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Sistem pengamanan tersebut juga digunakan untuk mengantisipasi gangguan terhadap fasilitas dan operasional, termasuk upaya pencurian kabel grounding di area operasional LRT Jabodebek. Kejadian tersebut ditindaklanjuti oleh petugas sesuai prosedur pengamanan yang berlaku. Selain itu, bukti rekaman CCTV dapat digunakan sebagai informasi pendukung untuk membantu proses penelusuran dan investigasi oleh aparat penegak hukum.

“Ketika pengguna melihat sesuatu yang mencurigakan, segera sampaikan kepada petugas terdekat. Informasi tersebut membantu petugas mengetahui apa yang terjadi di lapangan dan menentukan penanganan yang diperlukan,” tambahnya.

Baca juga:  Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Pengguna juga dapat membantu menjaga keamanan dengan memperhatikan barang bawaan, kondisi di sekitar, dan melaporkan kepada petugas apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Melalui kombinasi pengawasan CCTV, kehadiran petugas selama 24 jam, dan koordinasi dengan pihak terkait, LRT Jabodebek terus menjaga kondisi di stasiun, rangkaian kereta, dan area operasional agar perjalanan pengguna berlangsung aman dan tertib.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA