45 Hari Mengabdi, Mahasiswa KKN MMK Perbankan Syariah UIN Walisongo Tinggalkan Jejak di Bansari

waktu baca 4 menit
Selasa, 1 Sep 2026 21:00 5 jatengvox

Jatengvox.com – Setelah menjalankan pengabdian selama 45 hari di tengah masyarakat, mahasiswa KKN Mandiri Misi Khusus (MMK) Program Studi Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang resmi ditarik dari lokasi pengabdian di Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan Pelepasan dan Penarikan Mahasiswa KKN MMK tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Balesari, Kecamatan Bansari, mulai pukul 13.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya pelaksanaan KKN yang berlangsung sejak 21 Juli 2026 di Desa Rejosari dan Desa Balesari.

 

Selama 45 hari, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja sebagai bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam berinteraksi dan membaur dengan masyarakat.

Sebagai mahasiswa Perbankan Syariah, sejumlah program yang dilaksanakan juga diarahkan pada penguatan literasi dan inklusi keuangan.

Perwakilan Koordinator Desa KKN MMK Desa Rejosari, Baehaki Firdaus, mengatakan bahwa mahasiswa berupaya agar kehadiran mereka tidak sekadar menjalankan kegiatan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga:  Ajak Pengunjung Nikmati Aktivitas Interaktif, Mall @ Alam Sutera Hadirkan Event Pop and Play

Beberapa program yang direalisasikan di antaranya literasi dan edukasi keuangan syariah, edukasi keuangan digital dan pendampingan QRIS, sosialisasi kewaspadaan terhadap pinjaman online, gerakan menabung bagi anak-anak sekolah, serta pendampingan potensi UMKM dan pengembangan promosi wisata desa.

“Kami ingin agar kehadiran kami dapat memberikan manfaat, meskipun mungkin masih dalam hal-hal yang sederhana,” ujar Baehaki dalam sambutannya.

Ia berharap berbagai program yang telah dilaksanakan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat meskipun mahasiswa telah meninggalkan lokasi KKN.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN MMK Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang, Mardhiyaturrositaningsih, menyampaikan bahwa 45 hari pelaksanaan KKN menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan kehidupan sosial masyarakat.

“Teman-teman selama 45 hari ini juga belajar bagaimana kehidupan di sosial masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, program KKN Misi Khusus dari Program Studi Perbankan Syariah memang memiliki fokus pada literasi dan inklusi keuangan. Karena itu, berbagai kegiatan mahasiswa selama berada di desa diarahkan pada bidang keuangan, literasi, dan inklusi.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di masyarakat tidak berhenti setelah KKN selesai, tetapi dapat menjadi bekal untuk memberikan manfaat yang lebih luas di kemudian hari.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 32 Resmi Mengakhiri Pengabdian di Desa Margosari Lewat Acara Penarikan dan Malam Perpisahan

Apresiasi terhadap kehadiran mahasiswa juga disampaikan Kepala Desa Rejosari, Teguh Rahayu. Ia mengucapkan terima kasih kepada UIN Walisongo Semarang yang telah mempercayakan mahasiswa untuk melaksanakan KKN di wilayah Bansari.

Menurutnya, mahasiswa KKN telah memberikan manfaat melalui berbagai kegiatan yang dapat diterapkan di masyarakat. Ia juga menilai mahasiswa mampu membaur dengan masyarakat, termasuk memberikan perhatian kepada anak-anak.

“Mendidik kami, membimbing kami, ataupun membaur dengan anak-anak. Khususnya terhadap anak-anak sangat peduli sekali,” ungkapnya.

Teguh berharap hubungan yang telah terjalin antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, dan UIN Walisongo tidak berhenti setelah penarikan KKN, melainkan tetap dilanjutkan melalui silaturahmi dan kerja sama di masa mendatang.

Foto Bersama Para Pimpinan dan DPL Momen kebersamaan bersama Ibu Camat Bansari, Bapak dan Ibu Kepala Desa Rejosari dan Balesari, serta Ibu Rosita selaku Dosen Pembimbing Lapangan dalam rangkaian acara penarikan mahasiswa KKN.

Sementara itu, Camat Bansari, Ika Utami, mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa selama 45 hari telah memberikan warna tersendiri bagi Desa Rejosari maupun Desa Balesari.

Mahasiswa tidak hanya melaksanakan program yang ditugaskan oleh pihak kampus, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Sosialisasikan Pemanfaatan AI di SDN 1 Kliris

Keterlibatan tersebut semakin terlihat selama rangkaian kegiatan bulan Agustus, ketika mahasiswa turut membersamai masyarakat dalam berbagai kegiatan di tingkat desa hingga kecamatan.

Ika juga mengapresiasi etika dan kemampuan mahasiswa KKN UIN Walisongo dalam membaur dengan masyarakat.

“Kami yang ada di Balesari dan Rejosari ini juga merasakan perbedaan antara mahasiswa-mahasiswi KKN yang sebelum-sebelumnya,” katanya.

Menurut Ika, pengalaman mahasiswa selama berada di desa dapat menjadi bekal ketika nantinya memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

“Bukan kita yang minta dihormati, tetapi kadang-kadang kita yang harus mengerti lingkungan,” pesannya kepada para mahasiswa.

Kegiatan penarikan kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyerahan kenang-kenangan dari mahasiswa KKN MMK UIN Walisongo Semarang kepada Pemerintah Kecamatan Bansari sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan, kerja sama, serta sambutan selama pelaksanaan KKN.

Penyerahan cenderamata oleh Koordinator Desa Rejosari sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada Ibu Ika, Camat Bansari, atas sambutan, dukungan, dan kerja sama yang telah diberikan selama pelaksanaan KKN.

Berakhirnya kegiatan tersebut menandai kembalinya mahasiswa ke lingkungan kampus untuk melanjutkan aktivitas akademik.

Namun, 45 hari pengabdian di Bansari tidak hanya meninggalkan sejumlah program bagi masyarakat, tetapi juga pengalaman bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu, beradaptasi, serta belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung.

KKN pun berakhir, tetapi pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama mengabdi di masyarakat diharapkan dapat terus dibawa mahasiswa dalam perjalanan mereka setelah kembali ke kampus.

 

 

Penulis: Rohmatul Laila, Mahasiswa KKN Mandiri Misi Khusus Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA