Sedekah Botol Plastik Berbasis Digital, Cara Baru Mahasiswa KKN Kolaborasi UIN SAIZU 2026 Wujudkan Eco Masjid di Kebumen

waktu baca 3 menit
Sabtu, 22 Agu 2026 21:00 4 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, dan UIN Walisongo Semarang menginisiasi Program Eco Masjid melalui Gerakan Sedekah Sampah berbasis digital di Masjid Baiturrahman, Desa Selokerto, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen.

Program ini menjadikan masjid sebagai titik pengumpulan botol plastik bekas sekaligus pusat edukasi lingkungan bagi warga desa.

Gerakan Sedekah Sampah mengajak warga memilah botol plastik bekas dari rumah masing-masing, kemudian menyerahkan botol tersebut ke titik penyetoran di Masjid Baiturrahman.

Limbah plastik yang terkumpul dicatat oleh pengurus masjid sebelum diteruskan kepada mitra pengelola, dan hasil penjualannya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial di lingkungan masjid.

Desa Selokerto sebelumnya sudah memiliki dua aset penting dalam pengelolaan sampah, yaitu Bank Sampah Semar Mesem yang dikelola BUMDes dan fasilitas TPS 3R setempat.

Program ini menghubungkan kedua aset tersebut dengan fungsi sosial masjid, sehingga botol plastik yang disetorkan warga tidak berhenti di masjid saja, melainkan masuk ke sistem pengelolaan yang sudah berjalan di desa.

Baca juga:  Geliat Bisnis Batu Bara Menguat di Triwulan II, Kinerja KAI Logistik Lampaui Target

Salah satu unsur yang membedakan program ini adalah pemanfaatan sistem pencatatan digital bagi pengurus masjid. Model yang menjadi rujukan adalah Aplikasi Sedekah Sampah yang sebelumnya dikembangkan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sebagai sistem informasi manajemen sedekah sampah berbasis masjid.

Di Selokerto, penerapannya disesuaikan dengan kondisi pengurus setempat — teknologi digital diposisikan sebagai alat bantu pencatatan setoran botol plastik, dokumentasi, dan pelaporan bagi takmir, bukan sebagai syarat yang wajib dikuasai seluruh warga.

Pelaksanaan program mengikuti lima tahapan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development): discovery (pemetaan aset dan kondisi desa), dream (sosialisasi konsep Eco Masjid dan Sedekah Sampah), design (penyusunan mekanisme penyetoran botol plastik dan alur digitalisasi), define (pelaksanaan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat), serta destiny (pendampingan dan evaluasi keberlanjutan program).

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM Desa Purwodadi melalui Edukasi K3, Keamanan Pangan, Keuangan, Branding, hingga Digitalisasi

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kolaborasi dari keempat universitas — UIN SAIZU Purwokerto, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, dan UIN Walisongo Semarang — berperan sebagai fasilitator, sementara takmir Masjid Baiturrahman diperkuat perannya sebagai penggerak kelembagaan yang menerima, mencatat, dan mengoordinasikan setoran botol plastik warga.

Pemuda dan remaja masjid turut dilibatkan sebagai pendukung kegiatan lapangan, sedangkan pemerintah desa berperan sebagai mitra kelembagaan.

Takmir Masjid Baiturrahman, Bapak Mochalip, menyambut baik program tersebut. Ia menilai gerakan sedekah botol plastik ini dapat menjadi langkah awal membangun kebiasaan warga dalam memilah sampah plastik sekaligus memperkuat fungsi sosial masjid.

Baca juga:  Edukasi Peningkatan Kepatuhan Masyarakat dalam Pembayaran Retribusi Kebersihan guna Mewujudkan Lingkungan Desa Nyamplungsari yang Sehat

“Kami sangat mendukung adanya Program Eco Masjid dan Gerakan Sedekah Sampah ini. Semoga warga dapat mulai membiasakan diri memilah botol plastik bekas dari rumah, dan hasilnya bisa bermanfaat untuk kegiatan sosial di masjid,” ujar Bapak Mochalip selaku Takmir Masjid Baiturrahman.

Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial selama masa KKN berlangsung, melainkan menjadi dasar tata kelola yang dapat diteruskan oleh takmir dan warga secara mandiri, dengan dukungan berkelanjutan dari Bank Sampah Semar Mesem dan TPS 3R.

 

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA