Jatengvox.com — Mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan edukasi kesehatan interaktif bagi siswa kelas 4 SD Negeri 2 Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini mengangkat materi sistem pernapasan manusia dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) dalam tema besar kelompok Saintek, yakni “Gerakan Edukasi Sains Interaktif Multidisiplin sebagai Upaya Pencegahan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Patihan.”
Program ini diinisiasi oleh Febrina Putri Khairani, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dikenalkan dengan organ-organ sistem pernapasan, fungsi masing-masing organ, serta proses masuknya udara ke dalam tubuh.
Materi disampaikan secara sederhana dan interaktif menggunakan poster edukatif serta alat peraga berupa model paru-paru dari balon.
Melalui demonstrasi alat peraga, siswa dapat melihat gambaran sederhana mengenai cara kerja paru-paru dan diafragma saat bernapas. Metode tersebut membuat materi yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami oleh siswa.

Selain sistem pernapasan, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai berbagai faktor yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan, seperti asap rokok, debu, polusi udara, kuman, dan lingkungan yang tidak bersih.
Edukasi kemudian dikaitkan dengan penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajak membiasakan diri mencuci tangan, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan air minum, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari paparan asap rokok.
Penggunaan masker juga dianjurkan ketika berada di lingkungan yang berdebu atau berpolusi.
Kegiatan berlangsung dengan antusias melalui demonstrasi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Siswa aktif menjawab pertanyaan mengenai fungsi organ pernapasan, mekanisme bernapas, serta kebiasaan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan.
Febrina Putri Khairani berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan sistem pernapasan sekaligus mendorong penerapan PHBS sejak usia sekolah.
“Melalui alat peraga sederhana, siswa diharapkan lebih mudah memahami sistem pernapasan dan dapat menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam memberikan pembelajaran kesehatan yang edukatif, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar di Desa Patihan.***
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar