Berita  

Lomba Kreasi Lahap Makan, Strategi TP PKK Jateng Tekan Angka Stunting Lewat Menu Sehat dan Menarik

TP PKK Jateng

Jatengvox.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Tengah kembali menunjukkan kepeduliannya pada isu gizi anak.

Bersama PT Indofood CBP Sukses Makmur, mereka menggelar Lomba Kreasi Lahap Makan di halaman Kantor TP PKK Jateng, Kamis (11/9/2025).

Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan strategi nyata untuk menekan angka stunting melalui edukasi pola makan sehat dan kreatif.

Ketua Bidang I Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Jateng, Indah Sumarno, menegaskan pentingnya membangun kesadaran orang tua dan kader Posyandu mengenai sajian makanan bergizi seimbang.

Menurutnya, anak susah makan atau bahkan melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM) sering menjadi tantangan dalam keluarga.

Baca juga:  KEMEN PU dan PTPP Selesaikan Proyek Pembangunan 69 Titik SPPG di 15 Provinsi dalam 37 Hari, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

“Melalui kegiatan ini, kita belajar bagaimana menyajikan menu sehat yang bukan hanya bergizi, tapi juga menarik di mata anak-anak. Karena pola makan yang baik akan berdampak langsung pada pencegahan stunting,” ujarnya.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jawa Tengah tercatat 17,1 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 19,8 persen.

Meski begitu, Indah menilai angka ini tetap perlu ditekan agar target Indonesia Emas 2045 bisa tercapai.

“Masalah stunting tidak selalu karena faktor ekonomi, tapi juga dipengaruhi selera makan anak. Kreativitas dalam menyajikan menu menjadi kunci agar anak mau makan,” tambahnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Posko 33 UIN Walisongo Dampingi Posyandu di Mangli dan Pagertoyo

Dukungan juga datang dari pihak swasta. Medical Marketing Manager PT Indofood CBP, Etik Sri Hartuti, menekankan pentingnya peran kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam edukasi gizi keluarga.

“Kami berharap ide-ide dari lomba ini bisa diterapkan di Posyandu, bukan hanya berhenti pada kompetisi. Dari sini kader bisa mengajak ibu-ibu untuk membuat menu MPASI dari bahan lokal, yang sehat dan menarik,” jelasnya.

Menurut Etik, keberhasilan program akan terlihat jika kreasi menu benar-benar diadopsi dalam kegiatan sehari-hari, sehingga anak-anak terbiasa makan lahap dan bergizi.

Baca juga:  Perkuat Positioning di Segmen Ritel, BRI Finance Ramaikan BRI Consumer Expo 2026 di Bandung

Dalam kompetisi ini, peserta dari Kabupaten Banjarnegara berhasil menyabet juara pertama, disusul Kendal sebagai juara kedua, dan Sukoharjo di posisi ketiga.

Yuni Krisnaningrum, perwakilan Banjarnegara, mengaku bangga bisa ikut serta dan membawa pulang kemenangan.

“Alhamdulillah, kami senang sekali. Menu yang kami buat berbahan lokal dengan tampilan menarik agar anak tertarik makan. Harapannya kreasi seperti ini bisa disosialisasikan lebih luas di masyarakat,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *