Mengenal Diri dan Membangun Mimpi, Inovasi Kartu Aku Hebat Dorong Rasa Percaya Diri Siswa SDN Pondok 03

waktu baca 4 menit
Sabtu, 1 Agu 2026 20:55 5 jatengvox

Jatengvox.com — Suasana riuh nan penuh semangat mewarnai ruang kelas SD Negeri Pondok 03 pada Rabu pagi, 29 Juli. Puluhan raut wajah polos anak-anak tampak tekun menuliskan kelebihan dan potensi diri mereka di selembar kertas berwarna yang dinamai Kartu Aku Hebat. Kegiatan interaktif ini menjadi bagian penting dalam rangkaian program multidisiplin Kuliah Kerja Nyata (KKN) guna mendukung penguatan mental dan kapasitas anak-anak sejak usia dini di Desa Pondok.

Masa sekolah dasar merupakan periode emas sekaligus fase krusial dalam pembentukan karakter, fondasi psikologis, serta rasa percaya diri seorang anak. Di lingkungan sekolah, anak-anak mulai belajar memosisikan diri dan mengukur kemampuan mereka di antara teman-teman sebaya.

Namun, kenyataan di lapangan sering kali memperlihatkan tantangan tersembunyi: masih ada anak-anak yang belum sepenuhnya menyadari kelebihan dan potensi unik yang bersemayam dalam diri mereka. Keterbatasan pemahaman terhadap keunggulan diri ini berpotensi memicu rasa minder, sikap ragu saat diminta tampil di depan umum, hingga kurangnya keteguhan dalam menetapkan dan mengejar cita-cita.

Kondisi tersebut melandasi urgensi pentingnya intervensi edukatif yang dirancang secara menyenangkan, adaptif, dan mudah dipahami oleh anak usia sekolah dasar. Mengenali potensi diri sejak dini bukanlah sekadar latihan mengenal bakat, melainkan kearifan mendasar agar anak-anak memiliki keberanian dalam bereksplorasi, membangun interaksi sosial yang positif, serta tumbuh menjadi pribadi yang berdaya saing dan resilient di masa depan.

Berangkat dari kepedulian terhadap pemenuhan hak tumbuh kembang dan penguatan karakter anak di Desa Pondok, Muhammad Rafi Taher, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro dari program studi Manajemen, merancang sebuah langkah nyata.

Melalui program multidisplin KKN bertema optimalisasi pemberdayaan anak, ia menghadirkan kegiatan sosialisasi interaktif dan pendampingan pengisian “Kartu Aku Hebat”.  Program ini secara khusus menyasar siswa-siswi kelas 4 hingga kelas 6 SD Negeri Pondok 03 sebagai kelompok usia yang mulai memasuki tahap perkembangan kognitif dan sosial yang lebih kompleks.

Baca juga:  Website Pojok Literasi Desa Tegalsari Berbasis QR Code Permudah Akses Informasi Edukasi

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi komunikatif mengenai pentingnya menghargai dan mencintai diri sendiri. Mahasiswa membimbing para siswa melalui proses refleksi sederhana namun mendalam. Mulai dari memikirkan dan mencatat hal-hal baik serta keahlian yang mereka miliki.

Spektrum potensi yang digali dibuat sangat luas, tidak terbatas pada pencapaian akademik semata, melainkan mencakup bakat olahraga, keterampilan kesenian, hingga kepribadian positif seperti sikap suka menolong, jujur, dan disiplin. Setelah pemahaman terbentuk, setiap siswa dibagikan Kartu Aku Hebat untuk mengabadikan poin-poin keunggulan diri yang berhasil mereka kenali.

Baca juga:  KAI Daop 2 Bandung Ucapkan Terima Kasih kepada Lebih Dari 872 Ribu Pengguna Jasa KA Pada Angkutan Lebaran 2026

Sejak awal sesi hingga pengerjaan kartu refleksi diri, antusiasme peserta terpancar jelas di sepanjang jalannya kegiatan. Anak-anak tampak bersemangat saling berdiskusi dengan teman sebangkunya dan berlomba-lomba mengacungkan tangan untuk menceritakan kehebatan versi mereka masing-masing di depan kelas. Suasana yang tadinya tenang berubah menjadi hangat, penuh keceriaan, dan diwarnai rasa saling mendukung antarsiswa.

“Pendekatan edukatif yang interaktif seperti ‘Kartu Aku Hebat’ ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh anak-anak kami. Sering kali anak merasa ragu atau tidak tahu apa kelebihan mereka. Melalui kegiatan ini, mereka diajak untuk menghargai diri sendiri dan menjadi lebih percaya diri dalam mengekspresikan potensinya,” ujar Sarwoko, S.Pd. (Kepala Sekolah SD Negeri Pondok 03).

Kehadiran luaran berupa Kartu Aku Hebat kini menjadi dokumen refleksi pribadi yang berharga bagi setiap siswa. Dampak nyata dari kegiatan ini terasa langsung pada perubahan sikap anak-anak yang lebih berani mengekspresikan diri dan bangga atas kelebihan yang dimiliki. Memiliki pengingat visual akan potensi diri terbukti membantu anak-anak membina pola pikir bertumbuh (growth mindset) yang krusial dalam menghadapi tantangan belajar sehari-hari.

Baca juga:  Stasiun Tasikmalaya Jadi Stasiun Tersibuk Ketiga Setelah Bandung dan Kiaracondong pada 5 Hari Angkutan Lebaran 2026

Secara lebih luas, program ini juga menjadi wujud konkrit kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Melalui penguatan rasa percaya diri dan pengenalan potensi diri sejak dini, program ini turut mendorong terciptanya lingkungan belajar yang inklusif, holistik, serta berfokus pada pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh.

Pelaksanaan program multidisiplin KKN di SD Negeri Pondok 03 ini membuktikan bahwa edukasi sederhana yang dikemas secara interaktif dan humanis mampu memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi generasi muda desa. Ke depannya, hasil pengisian Kartu Aku Hebat ini diharapkan dapat terus disimpan dan didampingi secara berkala oleh pihak guru di sekolah sebagai instrumen motivasi belajar yang berkelanjutan, memandu anak-anak Desa Pondok melangkah mantap meraih mimpi dan cita-cita mereka.

 

Penulis : Muhammad Rafi Taher (NIM 12010123130203)

 

Editor : Uswatun Khasanah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA