Jatengvox.com – Apa yang terlintas di benak anak-anak ketika mendengar kata laut? Bagi sebagian orang, laut mungkin hanya tempat untuk bermain dan berlibur. Namun, bagi Indonesia, laut memiliki makna yang jauh lebih besar. Laut menjadi penghubung ribuan pulau, jalur perdagangan, sumber penghidupan masyarakat, rumah bagi berbagai jenis biota, hingga bagian penting dari sejarah dan identitas bangsa.
Kesadaran akan pentingnya dunia maritim tersebut coba ditanamkan sejak dini oleh mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertajuk “Edukasi Kreatif Pengenalan Dunia Maritim di Indonesia”. Kegiatan ini menyasar siswa kelas 6 sekolah dasar dengan konsep pembelajaran yang informatif, interaktif, dan menyenangkan.
Program edukasi ini hadir sebagai upaya untuk memperkenalkan dunia maritim kepada anak-anak dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Tidak hanya berbicara mengenai laut sebagai bagian dari wilayah Indonesia, mahasiswa KKN juga mengajak siswa melihat lebih jauh bagaimana laut memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat serta perkembangan Indonesia sebagai negara kepulauan.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah laut yang sangat luas. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa keberadaan laut bukanlah sekadar pemisah antarpulau, melainkan justru menjadi penghubung yang memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah saling berinteraksi.
Pembahasan kemudian dikembangkan menuju berbagai aktivitas yang berlangsung di laut. Mulai dari kegiatan perikanan, transportasi laut, perdagangan, hingga aktivitas pelayaran yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang dekat dengan dunia anak-anak. Mahasiswa KKN menggunakan berbagai contoh yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat membayangkan bagaimana dunia maritim bekerja di sekitar mereka.

Salah satu bagian yang menarik perhatian siswa adalah ketika mereka diperkenalkan dengan dunia perkapalan Indonesia. Kapal tidak hanya dipandang sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai salah satu teknologi penting yang memungkinkan manusia melakukan berbagai aktivitas di wilayah perairan.
Mahasiswa KKN memperkenalkan berbagai jenis kapal beserta fungsi sederhananya. Siswa diajak mengenali bahwa kapal yang digunakan untuk mengangkut penumpang memiliki fungsi yang berbeda dengan kapal pengangkut barang, kapal nelayan, maupun kapal yang digunakan untuk kegiatan tertentu di laut.
Pembelajaran kemudian dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Siswa diajak membayangkan bagaimana barang-barang yang digunakan masyarakat dapat berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya melalui jalur laut.
Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan dapat memahami bahwa dunia maritim memiliki cakupan yang sangat luas dan melibatkan berbagai bidang ilmu serta profesi.
Konsep edukasi kreatif menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini. Mahasiswa KKN berupaya menciptakan suasana belajar yang tidak monoton dengan mengajak siswa berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta berinteraksi secara langsung selama penyampaian materi.
Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya respons yang diberikan selama kegiatan. Beberapa siswa bahkan menunjukkan rasa penasaran terhadap berbagai jenis kapal, kehidupan di laut, serta profesi yang berkaitan dengan dunia maritim.
Interaksi tersebut membuat kegiatan berlangsung secara dua arah. Siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengetahuan yang sudah mereka miliki maupun pertanyaan yang muncul selama pembelajaran.
Bagi mahasiswa KKN, respons tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pengenalan dunia maritim dapat dikemas menjadi materi pendidikan yang menarik bagi anak-anak.
“Kami ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa belajar tentang laut dan kapal itu tidak harus sulit. Dunia maritim sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita. Harapannya, setelah kegiatan ini mereka menjadi lebih penasaran dan mulai mengenal berbagai potensi yang dimiliki Indonesia sebagai negara maritim,” ujar salah satu mahasiswa KKN Universitas Diponegoro.
Lebih dari sekadar memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga membawa pesan mengenai pentingnya menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan maritim Indonesia.
Indonesia memiliki keberagaman kehidupan laut yang sangat besar. Ekosistem laut menjadi habitat bagi berbagai jenis makhluk hidup sekaligus memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Karena itu, mahasiswa KKN turut mengajak siswa untuk memahami bahwa mengenal laut juga berarti belajar untuk menjaganya. Kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah kecil yang dapat dilakukan sejak usia sekolah.
Pesan tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa laut bukanlah sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. Apa yang dilakukan masyarakat di daratan juga dapat memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan perairan.
Pelaksanaan program mendapatkan respons positif dari pihak sekolah. Kepala sekolah menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas Diponegoro karena telah menghadirkan kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman berbeda kepada para siswa.
Menurutnya, materi mengenai dunia maritim dapat menjadi wawasan tambahan yang menarik bagi siswa, terutama karena Indonesia memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan laut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Diponegoro yang telah melaksanakan kegiatan edukasi maritim untuk siswa kami. Kegiatan ini sangat positif karena memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi anak-anak. Penyampaian materinya juga menarik sehingga siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan,” tutur Kepala Sekolah.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi siswa maupun sekolah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi motivasi bagi anak-anak untuk belajar lebih banyak. Mudah-mudahan dari kegiatan ini ada siswa yang nantinya tertarik untuk mempelajari dunia maritim lebih jauh dan memiliki cita-cita yang berkaitan dengan bidang tersebut,” tambahnya.
Bagi siswa kelas 6, pengenalan dunia maritim bukan hanya menjadi pengalaman belajar baru, tetapi juga dapat membuka pandangan mengenai berbagai pilihan profesi di masa depan.
Dunia maritim membutuhkan berbagai keahlian, mulai dari pelaut, nelayan, teknisi, insinyur, perancang kapal, peneliti kelautan, hingga berbagai profesi lain yang mendukung aktivitas di sektor kemaritiman.
Dengan mengenalkan bidang tersebut sejak sekolah dasar, anak-anak diharapkan dapat memiliki gambaran yang lebih luas mengenai profesi dan bidang keilmuan yang ada di Indonesia.
Mahasiswa KKN juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi titik awal bagi siswa untuk lebih berani bermimpi dan mengeksplorasi berbagai bidang yang mungkin sebelumnya belum pernah mereka kenal.
Program “Edukasi Kreatif Pengenalan Dunia Maritim di Indonesia” menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Diponegoro dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan KKN.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk pembangunan fisik. Berbagi pengetahuan, membuka wawasan, dan menumbuhkan rasa ingin tahu generasi muda juga merupakan bagian penting dari upaya membangun masyarakat.
Pada akhirnya, perjalanan mengenal dunia maritim mungkin dimulai dari sesuatu yang sederhana: sebuah ruang kelas, sebuah cerita tentang kapal, dan rasa penasaran seorang anak tentang luasnya lautan Indonesia.
Dari ruang kelas, mereka mengenal laut. Dari laut, mereka mengenal Indonesia. Dan dari rasa ingin tahu hari ini, bisa jadi lahir generasi yang akan menjaga serta membangun masa depan maritim Indonesia.
Penulis: Rizki Aditya Bagaskara, Mahasiswa Universitas Diponegoro, Sekolah Vokasi.
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar