Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 120 Universitas Diponegoro melaksanakan program multidisiplin bertajuk “Pengembangan Diorama Peta 3D UMKM Batik Di Desa Jarum untuk Mendukung Branding Produk Unggulan Daerah”.
Program ini bertujuan menghadirkan media informasi visual yang dapat memperkenalkan persebaran UMKM sekaligus potensi sumber daya Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.
Diorama dirancang dalam bentuk peta tiga dimensi yang memuat lokasi UMKM, inset wilayah, ikon potensi sumber daya, serta elemen pendukung lainnya.
Rangkaian program dilaksanakan mulai 23 Juli hingga 13 Agustus 2026, yang meliputi survei awal, pengumpulan dan verifikasi data, perancangan layout, penyusunan elemen peta, pembuatan prototype, revisi, hingga finalisasi diorama.
Setelah seluruh proses pengerjaan selesai, hasil program kemudian diserahkan pada 14 Agustus 2026 kepada Pemerintah Desa Jarum di Balai Desa Jarum melalui Sekretaris Desa sebagai perwakilan pemerintah desa.

Rangkaian pengerjaan dimulai pada 23 Juli 2026 dengan melakukan survei terhadap bingkai dan ukuran maket yang akan digunakan sebagai dasar pembuatan diorama.
Tahap awal ini dilakukan untuk menentukan skala, batas area peta, serta menyesuaikan ukuran setiap elemen agar dapat ditampilkan secara proporsional. Hasil survei tersebut kemudian menjadi acuan dalam penyusunan konsep dan desain diorama.
Tahap selanjutnya dilakukan melalui pengumpulan dan verifikasi data persebaran UMKM Desa Jarum.
Mahasiswa melakukan observasi, wawancara, serta pengumpulan data sekunder dari perangkat desa dan pelaku UMKM.
Data yang diperoleh digunakan untuk menentukan lokasi UMKM yang akan ditampilkan dalam diorama.
Dalam prosesnya, beberapa data masih memerlukan konfirmasi sehingga dilakukan pengecekan dan pemutakhiran bersama pihak terkait.
Setelah data awal terkumpul, mahasiswa mulai menyusun konsep layout dan pembagian elemen visual diorama. Penempatan wilayah, lokasi UMKM, inset, legenda, serta informasi pendukung disusun dengan mempertimbangkan keterbacaan dan keseimbangan visual.
Pada tahap ini juga dilakukan pengukuran dan verifikasi titik lokasi UMKM agar posisi yang ditampilkan pada peta dapat sesuai dengan kondisi wilayah Desa Jarum.
Selain persebaran UMKM, diorama juga dilengkapi dengan informasi mengenai potensi sumber daya hayati Desa Jarum sebagai pendukung UMKM.
Data potensi tersebut dikumpulkan dan dikategorikan untuk kemudian divisualisasikan dalam bentuk ikon. Ikon dibuat dengan mempertimbangkan keseragaman ukuran, bentuk, dan gaya visual agar dapat menyatu dengan keseluruhan desain diorama.
Dalam proses pengembangan desain, mahasiswa juga menentukan palet warna utama yang disesuaikan dengan konsep visual diorama.
Pemilihan warna dilakukan dengan mempertimbangkan kontras antarelemen sehingga informasi seperti wilayah, lokasi UMKM, ikon potensi, dan keterangan dapat terlihat jelas.
Selanjutnya dilakukan uji penerapan warna pada prototype untuk memastikan palet yang digunakan tetap harmonis dan mudah dibaca.
Tahap berikutnya adalah penyusunan inset peta Desa Jarum sebagai elemen penunjuk lokasi wilayah dalam diorama.
Inset dibuat untuk membantu pengguna memahami posisi Desa Jarum secara lebih luas. Setelah disusun, inset kembali dilakukan pengecekan terhadap orientasi, batas wilayah, serta keterbacaan informasi sebelum memasuki tahap finalisasi.
Setelah seluruh komponen utama tersedia, mahasiswa menyusun prototype digital diorama peta. Prototype tersebut mencakup elemen peta, titik lokasi UMKM, inset, ikon potensi sumber daya, serta informasi pendukung.
Prototype digunakan sebagai acuan untuk mengevaluasi proporsi, tata letak, dan keterpaduan seluruh elemen sebelum masuk ke tahap pembuatan maket fisik.
Memasuki tahap akhir, mahasiswa melakukan quality control dan pengecekan visual serta data. Evaluasi dilakukan terhadap ketepatan informasi, posisi elemen, ukuran, kerapian, dan konsistensi desain.
Beberapa bagian yang masih kurang sesuai kemudian diperbaiki melalui proses revisi dan penyempurnaan. Tahap finishing dilakukan secara bertahap hingga diorama dinilai siap untuk digunakan sebagai media informasi Desa Jarum.
Selanjutnya, pada 14 Agustus 2026, mahasiswa KKN-T Tim 120 Universitas Diponegoro melaksanakan penyerahan diorama peta 3D kepada Pemerintah Desa Jarum yang bertempat di Balai Desa Jarum.
Hasil program diserahkan kepada Sekretaris Desa Jarum sebagai perwakilan pemerintah desa. Penyerahan ini menjadi tahap akhir dari rangkaian pengerjaan yang telah dilakukan sejak survei awal, pengumpulan dan verifikasi data, perancangan, penyusunan prototype, revisi, hingga finalisasi diorama.

Diorama peta 3D yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi media informasi visual mengenai persebaran UMKM dan potensi sumber daya Desa Jarum.
Keberadaan diorama juga dapat membantu masyarakat maupun pengunjung memperoleh gambaran mengenai lokasi UMKM dan potensi unggulan yang terdapat di wilayah desa secara lebih menarik dan mudah dipahami.
Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan branding dan visibilitas UMKM lokal agar dapat mendukung daya saing serta perkembangan usaha; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan diorama peta 3D sebagai media informasi inovatif yang mengintegrasikan data lokasi UMKM dan potensi wilayah; serta SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pemetaan dan pengenalan potensi UMKM serta sumber daya lokal sebagai bagian dari identitas dan potensi ekonomi Desa Jarum; program turut berkontribusi terhadap SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penyajian informasi mengenai potensi sumber daya lokal yang dimanfaatkan dalam aktivitas dan produk UMKM Desa Jarum.
Pemetaan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan pengunjung mengenai keterkaitan antara potensi sumber daya lokal dengan produk unggulan desa, sekaligus mendorong pengenalan dan pemanfaatan sumber daya secara lebih bijak dan berkelanjutan.
Penulis: Tim KKN-T UNDIP
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar