Jatengvox.com – Pertumbuhan penginapan skala kecil di sekitar kawasan wisata Yogyakarta membuat banyak rumah tinggal beralih fungsi menjadi homestay atau guest house. Sebagian dibangun untuk itu sejak awal, sebagian besar lainnya merupakan rumah lama yang disesuaikan.
Penyesuaian itu umumnya berfokus pada tampilan: cat baru, penataan kamar, perabot, dan sudut foto yang menarik. Satu hal yang kerap tertinggal justru menyangkut keselamatan tamu.
Perbedaannya mendasar. Rumah tinggal dihuni orang yang hafal setiap sudutnya. Penginapan dihuni orang yang baru datang, sering pada malam hari, dan tidak jarang membawa anak kecil atau orang tua.
“Pemilik penginapan biasanya baru menghubungi kami setelah ada tamu yang hampir jatuh di tangga. Padahal itu bisa dicegah dari awal,” kata Haji Wawan Shri, pemilik Bengkel Las Berkah Jaya, Sleman.
Tangga menuju lantai atas. Terutama pada rumah lama yang tangganya sempit, curam, atau berbelok tanpa bordes yang memadai.
Balkon dan teras atas. Banyak dipakai sebagai daya tarik utama untuk pemandangan, namun pembatasnya kadang hanya setinggi pinggang orang dewasa.
Void atau lubang tangga. Sisi terbuka yang menghadap ke lantai bawah.
Area rooftop. Semakin sering dijadikan ruang berkumpul tamu, sering kali tanpa pembatas yang dirancang untuk menahan beban orang bersandar.
Ada beberapa aspek yang menentukan apakah sebuah railing benar-benar berfungsi sebagai pengaman.
Tinggi pembatas. Harus cukup untuk mencegah orang dewasa terjatuh saat kehilangan keseimbangan, bukan sekadar menjadi pegangan.
Jarak antar jeruji. Ini yang paling penting bila ada tamu membawa anak kecil. Celah yang terlalu lebar berisiko dilewati kepala atau badan anak.
Kekuatan tumpuan. Railing yang goyang saat disandari justru berbahaya, karena memberi rasa aman yang keliru.
Permukaan pegangan. Tepi yang tajam atau sambungan las yang kasar berisiko melukai tangan.
Selain di dalam bangunan, area kedatangan juga menentukan kesan pertama sekaligus keamanan. Tamu yang datang malam hari perlu tempat memarkir kendaraan yang jelas batasnya dan cukup terang.
Kanopi carport melindungi kendaraan tamu sekaligus memberi ruang berteduh saat menurunkan barang bawaan pada musim hujan. Untuk penginapan yang menerima tamu rombongan, sirkulasi keluar masuk kendaraan juga perlu diperhitungkan sejak penataan awal.
“Kalau untuk penginapan, kami sarankan bahan dan finishing yang tahan cuaca. Bukan karena lebih bagus, tapi supaya pemiliknya tidak sering-sering mengecat ulang,” ujar Wawan.
Properti yang disewakan punya pertimbangan berbeda dari rumah pribadi. Frekuensi pemakaian lebih tinggi, penggunanya berganti-ganti, dan perawatan tidak bisa dilakukan setiap saat karena bisa mengganggu tamu yang menginap.
Karena itu, ketahanan dan kemudahan perawatan biasanya lebih diprioritaskan dibanding tampilan semata. Perbaikan besar yang harus dilakukan saat musim ramai berarti kehilangan pemasukan.
Pemilik penginapan yang ingin meninjau ulang kondisi railing tangga besi, balkon, atau area carport dapat berkonsultasi dengan Bengkel Las Berkah Jaya di website pagarkanopijogja.com.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar