Mahasiswa KKN Undip Perkuat Literasi Digital Anak melalui Sosialisasi dan FGD di SD dan MI Desa Purwodadi

waktu baca 3 menit
Jumat, 31 Jul 2026 20:00 14 jatengvox

Jatengvox.com – Empat mahasiswa penanggung jawab Program Multidisiplin 2 Tim II KKN Undip Desa Purwodadi, yakni Lucia Ajeng dari Ilmu Pemerintahan, Icharine Verawaty dari Psikologi, Raka Fauzan dari Sastra Indonesia, dan Michelle Rebecca dari Ilmu Hukum, melaksanakan kegiatan penguatan literasi digital bagi siswa kelas V dan VI di salah satu SDN Purwodadi dan MI NU Sabilun Najah Purwodadi melalui sosialisasi, focus group discussion (FGD), serta pemaparan hasil karya siswa (31/7/26).

Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Literasi Digital, Pengendalian Diri, dan Kesadaran Bermedia Digital Guna Mewujudkan Generasi Cerdas Digital” sebagai upaya meningkatkan kesadaran anak dalam menggunakan game online dan media sosial secara bijak.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh tiga mahasiswa. Materi pertama disampaikan oleh Lucia yang membahas perkembangan digitalisasi pada anak, latar belakang penggunaan game online dan media sosial, serta pentingnya bersikap bijak dalam bermain game online.

“Sekarang kita semua pasti sudah sering menggunakan HP untuk bermain game atau melihat media sosial. Boleh bermain dan menggunakan internet, tetapi jangan sampai lupa belajar, bermain bersama teman, dan beristirahat. Gunakanlah teknologi dengan bijak,” ujar Lucia.

Baca juga:  K Mall Perkuat Destinasi Lifestyle dengan Kehadiran Ranch Market

Materi kemudian dilanjutkan oleh Icharine yang memberikan pemahaman mengenai self-control atau pengendalian diri dalam menggunakan game online.

Dalam pemaparannya, Icharine menjelaskan bahwa penggunaan gawai secara berlebihan dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari anak, seperti menyebabkan mata lelah, lupa waktu, lupa makan, hingga menurunkan fokus belajar.

“Pengendalian diri bukan berarti kita tidak boleh menggunakan gadget, tetapi bagaimana kita bisa tahu porsinya dan mampu berhenti ketika waktunya sudah habis,” jelasnya.

Selanjutnya, Michelle menyampaikan materi mengenai implikasi hukum serta dampak yang dapat timbul dari penggunaan game online dan media sosial secara tidak bijak.

Penyampaian materi tersebut diarahkan agar siswa tidak hanya memahami manfaat teknologi digital, tetapi juga mampu mengenali risiko dan bertanggung jawab atas aktivitas mereka di ruang digital.

“Anak-anak perlu mengetahui batasan-batasan dari penggunaan gawai serta mengenali risiko hukumnya agar nantinya dapat terhindar dari dampak negatif serta menggunakan gawai dengan lebih bijak,” ucapnya.

Baca juga:  KKN UPGRIS Kelompok 25 Edukasi Siswa SDN Gebugan 02 Untuk Bijak Bermedia Sosial

Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan FGD yang melibatkan rekan-rekan KKN sebagai pendamping atau mentor bagi siswa.

Dalam kegiatan ini, siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk mendiskusikan kembali materi yang telah disampaikan sekaligus menuangkan pemahaman mereka dalam bentuk mading. Pelaksanaan FGD dikoordinasikan oleh Raka bersama Icharine.

“Melalui metode FGD dan pembuatan mading ini, kami ingin siswa tidak hanya mendengarkan secara pasif, tetapi juga aktif berdiskusi dan menuangkan ide-ide kreatif mereka. Senang sekali melihat antusiasme mereka dalam memahami cara berinteraksi secara bijak di dunia digital,” ujar Raka selaku koordinator kegiatan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pemaparan hasil FGD. Perwakilan dari masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusi sekaligus menjelaskan isi mading yang telah dibuat.

Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga diberikan ruang untuk berdiskusi, berkreasi, dan menyampaikan pemahamannya mengenai penggunaan media digital secara bijak.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Kelompok 31 UPGRIS Gelar Pelatihan Coding di SDN 2 Jatijajar

Sebagai tindak lanjut, mading dan poster hasil kegiatan diserahkan kepada pihak sekolah untuk dimanfaatkan sebagai media edukatif bagi siswa.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan plakat sebagai bentuk kenang-kenangan kepada SD dan MI yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan.

Icharine menambahkan bahwa hasil karya yang diserahkan diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi lingkungan sekolah. “Kami berharap mading dan poster ini menjadi pengingat harian bagi siswa agar selalu mawas diri dan bertanggung jawab saat beraktivitas di ruang digital,” ungkapnya.

Melalui Program Multidisiplin 2 ini, mahasiswa Tim II KKN Undip Desa Purwodadi berharap edukasi mengenai literasi digital dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa diharapkan semakin mampu mengendalikan diri, memahami dampak penggunaan game online dan media sosial, serta lebih mawas diri dalam memanfaatkan teknologi sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan bertanggung jawab di ruang digital.

Penulis: Tim KKN UNDIP

Editor: Murni Anggita

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA