Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) di Desa Kebandungan, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, melaksanakan program kerja multidisiplin bertajuk “Strategi Terpadu Pencegahan Stunting di Desa Kebandungan”. Inisiatif ini merupakan wujud dukungan mahasiswa dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDG’s) nomor 2, yaitu Zero Hunger atau Tanpa Kelaparan.
Program ini menyasar berbagai kelompok, mulai dari Guru Pendamping TK Pertiwi Kebandungan, remaja usia 12-22 tahun, ibu hamil trimester akhir, hingga ibu yang memiliki bayi dan balita. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap masih tingginya risiko stunting akibat minimnya literasi gizi di tingkat desa, sekaligus upaya preventif untuk mencegah kasus stunting di masa depan.
Kegiatan berlangsung pada Selasa (28/07/2026) dan Sabtu (1/08/2026) di PKD Desa Kebandungan. Mahasiswa memberikan edukasi komprehensif, di antaranya sosialisasi praktik cuci tangan efektif, pentingnya ASI eksklusif, psikoedukasi perencanaan keluarga, hingga edukasi gizi seimbang bagi remaja. Selain itu, diberikan pula modul mengenai MP-ASI, sanitasi lingkungan, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga pendampingan anggaran belanja gizi keluarga.

Program ini diintegrasikan dengan layanan kesehatan yang sudah berjalan, seperti kelas ibu hamil dan kelas balita. Pada kelas ibu hamil, peserta mendapat pendampingan pemenuhan asupan karbohidrat, protein, dan nabati. Posyandu juga melakukan pemantauan berkala seperti pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dan detak jantung janin. Sementara pada kelas balita, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pemantauan tumbuh kembang melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta mendukung distribusi vitamin A dan obat cacing.
Koordinator KKN-R Desa Kebandungan, Jehezkiel Robert Tarigan, menjelaskan bahwa pendekatan lintas siklus kehidupan dipilih agar pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada balita, tetapi dimulai sejak tahapan kehidupan sebelumnya.
“Pencegahan stunting perlu dilakukan secara menyeluruh dan dimulai sejak berbagai tahapan kehidupan. Melalui kolaborasi lintas disiplin, kami berharap program ini dapat memberikan manfaat dan terus diterapkan oleh masyarakat Desa Kebandungan,” ujar Jehezkiel.

Senada dengan hal tersebut, Bidan Desa Kebandungan, Kartika Dewi Martaningtyas, menilai program mahasiswa KKN-R UNDIP efektif menyadarkan masyarakat akan urgensi pencegahan stunting.
“Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan peran seluruh keluarga dan masyarakat. Kami berharap edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup dan pemenuhan gizi yang baik,” ungkap Kartika.
Pelaksanaan program ini melibatkan 10 mahasiswa KKN dari berbagai disiplin ilmu, yakni Ahmad Nur Faiz, Anastasia Gladtha Situmorang, Honesty Smartaningtyas Pritama Utomo, Iftinanti Hanun, Jehezkiel Robert Tarigan, Juwita Leryantri Aurora, Maria Olivia Elizabeth Marpaung, Muhammad Ariel Saputra, Najmi Allegra Lesmana, dan Roisa Rozan Lailatuddini. Diharapkan, program ini mampu menciptakan generasi Desa Kebandungan yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting secara berkelanjutan.
Penulis/ Reporter : TIM II KKN-R Desa Kebandungan
Fotografer : Juwita Leryantri Aurora
Kontak Media/ Humas Kelompok : Ahmad Nur Faiz (085282076725)
Editor: Murni Angita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar