Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Edukasi Anti Bullying dan Kekerasan Seksual di SD Negeri Bunderan

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Agu 2026 20:20 14 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 121 UIN Walisongo Semarang Tahun 2026 menggelar kegiatan edukasi mengenai bahaya bullying (perundungan) dan kekerasan seksual di SD Negeri Bunderan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Rabu (5/8/2026).

Program kerja ini dilaksanakan setelah tim KKN melakukan observasi lapangan selama tiga hari, yakni pada 27 hingga 29 Juli 2026. Hasil pengamatan menunjukkan adanya perilaku bullying di lingkungan siswa, seperti kebiasaan saling mengejek, memberikan julukan yang kurang pantas, hingga pengucilan terhadap teman sebaya.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk mengambil langkah preventif demi menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan saling menghargai.

Baca juga:  Cegah Penyakit Sejak Dini, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajarkan Teknik Cuci Tangan Pakai Sabun di TK Dharma Rini

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 11.00 WIB ini diikuti oleh 11 siswa kelas 5 dan 22 siswa kelas 6. Acara mendapatkan sambutan hangat dari kepala sekolah, dewan guru, serta para siswa.

Rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif, meliputi sesi ice breaking, penyampaian materi mengenai pengertian, jenis, serta dampak bullying dan kekerasan seksual bagi korban maupun pelaku, hingga pemutaran video edukasi dan sesi refleksi.

Dalam sesi refleksi, mahasiswa memberikan ruang bagi siswa untuk mengungkapkan perasaan mereka melalui tulisan yang ditempelkan pada “pohon ungkapan”.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi KWT 77 Desa Pasir Tingkatkan Pemasaran Digital melalui Program SAPA UMKM

Sesi ini menjadi momen emosional ketika salah satu siswa memberanikan diri berbagi pengalaman pahitnya.

“Saya pernah di-bully dan juga diancam kalau tidak mau nurut. Dari kejadian itu, saya merasa malas untuk berangkat sekolah karena di sekolah saya dikucilkan dan tidak mempunyai teman,” ungkap salah satu siswa saat berbagi cerita.

Koordinator tim KKN menyatakan bahwa melalui kegiatan ini, pihaknya berharap siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai bentuk bullying dan kekerasan seksual.

Pemahaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghargai dan menciptakan hubungan pertemanan yang sehat.

Baca juga:  Tren Harga Komoditas, Kinerja Solid MIND ID Grup Dukung Kinerja Pertumbuhan Ekonomi

Lebih jauh, mahasiswa KKN UIN Walisongo menekankan bahwa upaya pencegahan perundungan memerlukan peran aktif dari seluruh elemen pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua, hingga siswa itu sendiri.

Penanaman nilai empati, kepedulian, dan keberanian untuk melapor menjadi kunci utama dalam membangun budaya sekolah yang inklusif dan ramah anak.

Dengan terlaksanakannya program ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya lingkungan belajar yang bebas dari perundungan semakin meningkat.

Sekolah yang kondusif diharapkan dapat mendukung setiap siswa untuk belajar, berinteraksi, serta mengembangkan potensi diri secara optimal tanpa rasa takut maupun tekanan akibat tindakan bullying.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA