Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU-07 Universitas Diponegoro mengembangkan brosur edukasi bertajuk “Bijak Bermedia Digital untuk Keluarga” sebagai media pendukung Program Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) Sains dan Teknologi yang mengangkat tema “Sosialisasi Internet Sehat, Keamanan Digital, dan Pendampingan Digitalisasi UMKM Wisata Waduk Cengklik.”
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, (1/08/2026), Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali dengan sasaran utama ibu-ibu PKK Dusun Ngancan, Turibang, dan Tempel.
Brosur disusun untuk mendukung penyampaian materi sekaligus menjadi media edukasi yang dapat digunakan peserta setelah kegiatan sosialisasi berakhir.
Penyusunan brosur dilatarbelakangi oleh meningkatnya intensitas pemanfaatan internet dalam kehidupan sehari-hari yang diikuti dengan berbagai risiko keamanan digital, seperti penyebaran hoaks, phishing, pencurian data pribadi, pinjaman online ilegal, hingga judi online.
Kondisi tersebut menuntut tersedianya media edukasi yang mampu menyampaikan informasi secara ringkas, komunikatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang berperan penting dalam mendampingi anggota keluarga dalam penggunaan teknologi digital.
Brosur yang dikembangkan memuat materi mengenai pengertian literasi digital, manfaat penggunaan internet secara bijak, cara mengenali karakteristik hoaks, langkah-langkah menjaga keamanan akun digital melalui penggunaan kata sandi yang kuat dan verifikasi dua langkah, kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan daring, serta lima langkah aman berinternet yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Shulchia Diana, mahasiswa KKN-T IDBU-07 yang bertanggung jawab dalam penyusunan brosur, menjelaskan bahwa media cetak dipilih agar informasi mengenai keamanan digital tetap dapat diakses oleh masyarakat meskipun kegiatan sosialisasi telah selesai.
Ketua RT Dusun Ngancan, Pak Dakir, mengapresiasi penyelenggaraan Program Sosial Kemasyarakatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro.
Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya relevan dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga dikemas secara komunikatif sehingga peserta dapat mengikuti sosialisasi dengan antusias.
“Penyampaian materi tadi malam sangat menyenangkan karena mas dan mbak KKN Undip tahu siapa audiensnya dan bagaimana cara menyampaikannya. Ada selingan humor sehingga suasana menjadi lebih hidup. Setelah mengikuti penyuluhan ini, kami jadi lebih paham membedakan mana informasi hoaks dan mana yang fakta, tidak sembarangan membagikan informasi, serta lebih berhati-hati terhadap tautan yang tidak jelas sumbernya dan meminta data pribadi. Dari penyuluhan ini kami juga mendapatkan tips, solusi, hingga cara melakukan pengaduan apabila mengalami kejahatan digital. Yang paling penting adalah menerapkan prinsip ‘Saring Sebelum Sharing.’ Mantap KKN Undip,” ujar Pak Dakir.
Melalui pengembangan brosur edukasi ini, mahasiswa KKN-T IDBU-07 Universitas Diponegoro berharap masyarakat Desa Sobokerto, khususnya ibu-ibu PKK, memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai literasi digital dan keamanan berinternet sehingga mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab sekaligus mendukung upaya digitalisasi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Penulis: Shulchia Diana, Mahasiswa Teknik Industri, Tim II KKN-T IDBU-07 Universitas Diponegoro, Desa Sobokerto, Kabupaten Boyolali
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar