Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Ke-22 Posko 87 UIN Walisongo Semarang mendampingi digitalisasi UMKM Fia Snack di Desa Banjarejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.
Melalui Divisi Ekonomi Kreatif, mahasiswa membantu pembuatan Google Business Profile dan konten media sosial agar produk mie lidi lokal tersebut semakin mudah ditemukan di Google Maps.
Usaha rumahan milik pasutri Ahmad Nurfaaiq dan Kholifatus Syaada ini telah dirintis selama tujuh tahun.
Dengan kapasitas produksi harian rata-rata 30 hingga 40 kilogram yang bisa meningkat saat Lebaran, Fia Snack menawarkan berbagai varian rasa—seperti jagung manis, pedas, keju, hingga balado—yang dipasarkan ke berbagai toko dan swalayan di Demak, Semarang, Ngaliyan, Mangkang, hingga Ungaran.
“Kalau hari biasa produksi sekitar 30 sampai 40 kilogram, tetapi saat menjelang Lebaran permintaan bisa meningkat cukup banyak sehingga jumlah tenaga produksi juga ikut bertambah,” ungkap Ahmad Nurfaaiq.
Meski jangkauan pemasarannya luas, usaha ini masih menghadapi kendala perputaran modal akibat sistem pembayaran tempo dari mitra toko serta minimnya pemanfaatan pemasaran digital di luar WhatsApp.
Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif, Muhammad Andika Shukron Makmun, menyatakan bahwa kehadiran Google Maps dan konten digital bertujuan memperkuat identitas daring serta memperluas jangkauan pasar pelaku UMKM lokal.
“UMKM sebenarnya memiliki produk yang berkualitas. Tantangannya adalah bagaimana produk tersebut lebih mudah ditemukan masyarakat. Dengan hadir di Google Maps dan didukung konten digital, kami berharap Fia Snack dapat menjangkau lebih banyak pelanggan serta semakin dikenal di era digital,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 87 UIN Walisongo Semarang Tahun 2026 dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi digital.
Pendampingan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku usaha lokal, semangat membangun UMKM yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing di era digital terus ditumbuhkan.
Harapannya, semakin banyak UMKM desa yang mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperluas pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tidak ada komentar